0
Thumbs Up
Thumbs Down

Fakta Menarik Final Liga Champions 2020-21: Kutukan Berlanjut

Football5star
Football5star - Sun, 30 May 2021 06:27
Dilihat: 65

Football5Star.com, Indonesia - Pertandingan final Liga Champions 2020-21 antara Manchester City vs Chelsea berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan The Blues. Banyak data dan fakta menarik tercipta pada laga ini.

Satu gol dari Kai Havertz pada menit ke-42 cukup untuk membawa Chelsea menjadi juara Liga Champions untuk kedua kalinya. Manchester City masih gagal untuk meraih gelar Liga Champions pertamanya. Berikut beberapa data dan fakta menarik laga final Liga Champions Manchester City vs Chelsea:

Kutukan finalis debutan berlanjut
@SkySports

Manchester City untuk pertama kalinya masuk ke final Liga Champions dan mengalami kekalahan. Dengan begitu, ini sudah ke-8 kalinya secara beruntun finalis debutan kalah di Liga Champions dan tak pernah ada finalis debutan menang di abad ini.

Tiga musim beruntun ada tiga klub yang baru pertama kali masuk ke final Liga Champions, Manchester City, Paris Saint-Germain dan Tottenham. Ketiganya kalah. Lalu Chelsea sendiri pada 2007-08, Arsenal pada 2005-06, AS Monaco pada 2004-05, dan ada Bayer Leverkusen pada 2001-02 dan Valencia pada 1999-2000 keduanya dikalahkan oleh Real Madrid.

Borussia Dortmund menjadi tim terakhir yang bisa menjadi juara Liga Champions di final pertamanya setelah mengalahkan Juventus 3-1 pada 1996-97.

Nuansa Jerman

4 - Four German players (Ilkay Gndogan, Antonio Rdiger, Kai Havertz and Timo Werner) are starting the Champions League final tonight, the most of any #UCLfinal without a German team taking part. International. #UCL #ManCityChelsea pic.twitter.com/FH7Kjbs476

- OptaFranz (@OptaFranz) May 29, 2021

Walaupun ini adalah all-english final, nuansa Jerman sangat kental pada laga ini. Ada 4 pemain Jerman yang menjadi starter di laga ini, Ilkay Guendogan, Antonio Ruediger, Timo Werner dan Kai Havertz dengan nama terakhir berhasil mencetak gol. Havertz menjadi pemain Jerman termuda (21 tahun, 352 hari) yang bisa mencetak gol di final Liga Champions sejak Lars Ricker di 1997 (20 tahun, 322 hari).

Juaranya Chelsea juga membuat tiga musim beruntun Liga Champions selalu dimenangkan oleh pelatih Jerman (Juergen Klopp, Hansi Flick, dan Thomas Tuchel). Ini pertama kalinya juara Liga Champions dimenangkan oleh tiga pelatih dari negara yang sama secara beruntun sejak tiga pelatih Inggris pada 1980-1982 (Brian Clough, Bob Paisley, Tony Barton).

Edouard Mendy pada musim debutnya di Liga Champions

- Unemployed at 23
- First pro contract at 24
- Promotion & avoids relegation from Ligue 1 at Reims
- Moves to Rennes & scouted by Petr Cech at 27
- Champions League winner in his first season with Chelsea at 29

What an five years for Edouard Mendy! pic.twitter.com/vLhF3r9XoF

- talkSPORT (@talkSPORT) May 29, 2021

Mendy mencatatkan beberapa statistik luar biasa pada Liga Champions musim ini. Dia total mencatatkan 9 clean sheet di Liga Champions. Terbanyak dalam semusim menyamai rekor Santiago Canizarez (2001) dan Keylor Navas (2016).

Dia juga menjadi kiper Afrika pertama yang bisa memenangkan Liga Champions sejak kompetisi berubah format pada 1992. Kedua sejak Bruce Grobbelaar bersama Liverpool pada 1985. Sebuah perjalanan yang luar biasa mengingat dia bahkan tak memiliki pekerjaan pada 2015 setelah dilepas oleh klub divisi tiga Prancis, AS Cherbourg.

N'Golo Kante dimana-mana
uefa.com

N'Golo Kante memang pantas disebut salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini. Kante memenangkan 3 penghargaan man of the match Liga Champions secara beruntun (dua leg semifinal dan final).

Pada laga ini, dia memenangkan duel 11 kali dan 10 kali mengamankan bola, terbanyak di lapangan. Kante bahkan juga memenangkan 4 duel udara, terbanyak di laga itu, padahal dia merupakan pemain paling pendek di lapangan (168 cm).

Pep Guardiola
@OndaCorroSierra

Guardiola memang berhasil masuk ke final Liga Champions untuk pertama kalinya dengan klub selain Barcelona. Namun ini pertama kalinya dia kalah di partai final selama menangani Manchester City. Sebelumnya dia menang 7 partai final beruntun.

Ini juga baru kedua kalinya dia kalah di partai final. Satu-satunya kekalahan yang dia derita pada partai final sebelum laga ini adalah pada final Copa del Rey 2010-11 dimana dia kalah dari Real Madrid-nya Jose Mourinho.

Caretaker

Chelsea selalu masuk ke final Liga Champions saat dilatih oleh pelatih pengganti. The Blues masuk ke final tiga kali (2007-08, 2011-12, dan 2020-21) dan dua diantaranya berhasil mereka menangkan.

Pada musim 2007-08, Avram Grant menggantikan Jose Mourinho pada September 2008. Pada 2011-12, Roberto Di Matteo menggantikan Andre Villas-Boas pada Maret 2012, dan kini Thomas Tuchel menggantikan Frank Lampard pada Januari 2021.


The post Fakta Menarik Final Liga Champions 2020-21: Kutukan Berlanjut appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen - Football5star.com.

Sumber: Football5star

Fakta Menarik Final Liga Champions 2020-21: Kutukan Berlanjut

Fakta Menarik Final Liga Champions 2020-21: Kutukan Berlanjut

Fakta Menarik Final Liga Champions 2020-21: Kutukan Berlanjut

Fakta Menarik Final Liga Champions 2020-21: Kutukan Berlanjut

Fakta Menarik Final Liga Champions 2020-21: Kutukan Berlanjut

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya