0
Thumbs Up
Thumbs Down

Eropa Bakal Punya Dana Pemulihan Pandemi Corona Senilai 500 Miliar Euro

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 20 May 2020 10:46
Dilihat: 18
Paris

Untuk membantu ekonomi Uni Eropa pulih dari dampak krisis virus corona, pemimpin Prancis dan Jerman pada Senin (18/5/2020) mengusulkan sebuah dana penyelamatan senilai 500 miliar euro (setara dengan Rp8.078 triliun). Kesepakatan antara kedua negara tercapai usai rapat virtual yang digelar sore itu.

Proposal tersebut menyebutkan bahwa dana akan diberikan sebagai hibah bagi sektor-sektor dan daerah-daerah paling terpukul di Uni Eropa.

Baca Juga: Awas! Uni Eropa Bilang Vaksin Corona Bisa Direstui dan Dikeluarkan Tahun Depan Asalkan...

Untuk mengumpulkan dana tersebut, 27 negara Uni Eropa secara bersama-sama akan mengambil pinjaman di pasar keuangan. Usulan dana penyelamatan dalam bentuk hibah ini akan dimasukkan sebagai tambahan dalam anggaran Uni Eropa periode 2021-2027 yang angkanya mendekati 1 triliun euro (setara dengan Rp16.156 triliun).

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron adalah dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di zona eropa, sehingga perjanjian antara keduanya diyakini dapat membuka jalan untuk kesepakatan yang lebih besar di dalam Uni Eropa.

Pengumuman proposal oleh keduanya muncul menyusul adanya debat selama berminggu-minggu antara para pemimpin Uni Eropa mengenai mekanisme keuangan mana yang harus digunakan untuk menyelamatkan ekonomi mereka.

Prancis, Italia, dan Spanyol lebih menyukai dana hibah, sementara pemerintah negara-negara yang lebih konservatif secara finansial seperti Jerman dan Belanda lebih memilih pemulihan ekonomi yang distimulasi dengan pinjaman dana.

'Solusi jangka pendek'

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa proposal tersebut adalah sebuah solusi "jangka pendek" untuk menghadapi krisis. Sementara untuk solusi jangka panjang, termasuk reformasi Uni Eropa menurutnya akan dibahas kemudian, "karena Eropa harus berkembang lebih jauh."

"Karena sifat krisis yang tidak biasa, kita memilih jalan yang tidak biasa pula," tambah Merkel menanggapi rencana tersebut.

Inisiatif bersama antara Jerman dan Prancis ini muncul menjelang pengajuan proposal Dana Pemulihan oleh Komisi Eropa pada 27 Mei mendatang. Proposal Dana Pemulihan yang berkaitan dengan anggaran jangka panjang Uni Eropa berikutnya itu akan diputuskan melalui pemungutan suara oleh 27 negara anggota. Namun, proposal resmi tersebut telah ditunda selama beberapa minggu karena adanya ketidaksepakatan mengenai cara mendanai dan mendistribusikan paket pemulihan.

Macron mengatakan inisatif bersama antara Jerman dan Prancis diharapkan dapat membantu tercapainya kesepakatan dalam pemungutan suara yang akan dilakukan pekan depan, dengan menawarkan visi "perlunya respons, mekanismenya dan juga skalanya".

Keduanya juga turut membahas mengenai kesehatan masyarakat, lingkungan, teknologi, dan kedaulatan industri.

Pemimpin Uni Eropa Bereaksi

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik proposal tersebut melalui sebuah pernyataan: "(proposal) itu menunjukkan ruang lingkup dan ukuran tantangan ekonomi yang dihadapi Eropa, dan dengan tepat menekankan bahwa perlu adanya kesepakatan terkait anggaran Eropa sebagai intinya."

Austria di sisi lain, tetap bersikeras bahwa bantuan apa pun harus diberikan dalam bentuk pinjaman, bukan hibah.

"Posisi kami tetap tidak berubah. Kami siap membantu negara-negara yang paling terdampak krisis dengan pinjaman," tulis Kanselir Austria Sebastian Kurz dalam akun twitternya pada Senin malam.

Berbeda dengan Austria, anggota parlemen Eropa dari Spanyol Luis Garciano, dengan partai Ciudadanos di Spanyol yang merupakan bagian dari aliansi liberal ALDE di Parlemen Uni Eropa, justru menyambut baik proposal tersebut, dengan mengatakan bahwa "hal itu adalah sebuah langkah maju yang jelas". Dia juga menyambut baik perubahan usulan pinjaman menjadi hibah.

Mengapa Uni Eropa membutuhkan Dana Pemulihan?

Ekonomi zona euro telah terpuruk karena pandemi virus corona. Ekonom memperkirakan adanya kontraksi PDB sebesar 7,7 persen di tahun ini setelah terhentinya aktivitas ekonomi.

Sebelumnya, paket pertama berupa bantuan pinjaman jangka pendek hingga 540 miliar euro (setara dengan Rp 8.734 triliun) telah disetujui oleh negara-negara Uni Eropa pada awal April lalu.

Penulis: Redaksi

Editor: Muhammad Syahrianto


Foto: Reuters/Francois Lenoir

Sumber: wartaekonomi

Eropa Bakal Punya Dana Pemulihan Pandemi Corona Senilai 500 Miliar Euro

Eropa Bakal Punya Dana Pemulihan Pandemi Corona Senilai 500 Miliar Euro

Eropa Bakal Punya Dana Pemulihan Pandemi Corona Senilai 500 Miliar Euro

Eropa Bakal Punya Dana Pemulihan Pandemi Corona Senilai 500 Miliar Euro

Eropa Bakal Punya Dana Pemulihan Pandemi Corona Senilai 500 Miliar Euro

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya