0
Thumbs Up
Thumbs Down

Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

Republika Online
Republika Online - Sun, 14 Aug 2022 03:55
Dilihat: 43
Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

JAKARTA -- Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman meminta kepada semua pihak untuk tetap waspada karena data terkait virus Langya (LayV) yang berasal dari China belum solid.

"Kehadiran atau timbulnya penyakit yang berasal dari hewan atau zoonosis ini, merupakan ancaman terhadap kesehatan global dan nasional," kata Dicky dalam pesan suara di Jakarta, Sabtu.

Dicky bercerita bahwa virus Langya pertama kali ditemukan di China, tepatnya di Kota Langya, Provinsi Shandong. Total dari kasus yang ditemukan di seluruh wilayah negara itu mencapai 35 kasus.

Virus Langya sendiri masih ke dalam keluarga virus henipavirus dan diduga penularannya berasal dari tikus sebagai hewan pengerat.

Walaupun demikian, hanya sembilan dari 35 kasus yang berhasil ditracing, sedangkan sisanya belum sempat di tracing ataupun menunjukkan potensi terjadinya penularan.

"Hanya sembilan kasus yang berhasil ditracing dan itu ditemukan kurang lebih 15-an yang keluarganya positif, maksudnya ditracing terbukti ada penularan dari keluarga dekatnya. Tapi sisanya belum sempat ditracing atau dipastikan apakah ada potensi penularan atau tidak, jadi datanya belum solid," ujar Dicky.

Dari belum solidnya data yang dikumpulkan itulah, dirinya meminta setiap pihak untuk tetap mewaspadai berbagai bentuk penularan karena virus dari hewan berpotensi menjadi wabah penyakit bagi manusia.

Dicky menyatakan meski belum ditemukan keparahan berupa orang yang masuk ICU atau kematian, namun dua per tiga atau 75 persen penyakit yang menginfeksi manusia disebabkan atau berasal dari hewan dan jelas merugikan manusia karena bisa menular dari hewan ke manusia menjadi manusia ke manusia.

"Indonesia sendiri memiliki yang mirip seperti China baik kondisi lingkungan ataupun dilihat dari perilaku masyarakat, kebijakan dan sistem kesehatannya karena masih berhubungan erat dengan sejumlah jenis hewan, sehingga negara berada pada posisi yang dapat dikatakan rawan," katanya.

Ia menambahkan bahwa negara yang termasuk dalam kawasan Indo-China, seperti Indonesia merupakan negara yang ada di zona rawan terjadinya berbagai penyakit yang berasal dari hewan. Oleh karenanya, diperlukan strategi hingga ke daerah untuk melakukan surveilans ataupun kajian lebih mendalam terkait zoonosis agar tidak terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), wabah ataupun pandemi lainnya.

Selain surveilans, Dicky turut menyarankan agar kajian terkait berbagai penyakit yang berasal dari hewan dapat lebih diperdalam serta memaksimalkan perubahan perilaku melalui penerapan hidup sehat di dalam masyarakat.

Sebab, meski sistem kesehatan di Indonesia mulai berkembang dengan baik, namun kebanyakan dari program yang dijalankan sangat berfokus pada manusia saja. Seharusnya, guna mewujudkan harmonisasi dalam kesehatan, pemerintah juga harus fokus pada kesehatan hewan dan lingkungan sekitar.


"Artinya kita harus benar-benar memperbaiki dan mengkaji ulang sistem deteksi kita. Bukan hanya pada manusia, tapi juga pada hewan di alam liar," kata Dicky.

Berita Terkait
  • Pakar: Perubahan Iklim Dapat Pengaruhi Penyebaran Penyakit Zoonosis
  • Covid-19 Belum Usai, China Deteksi Virus Baru Langya, 35 Orang Terinfeksi
  • Perubahan Iklim Sebabkan Transmisi Penyakit Menular
Berita Lainnya
  • Eropa Diprediksi Alami Kekeringan Terburuk dalam 500 Tahun
  • Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

Epidemiolog: Data Terkait Virus Langya Belum Solid

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya