0
Thumbs Up
Thumbs Down

Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

Republika Online
Republika Online - Thu, 18 Nov 2021 20:30
Dilihat: 68
Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

JAKARTA -- Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Windhu Purnomo mengakui, ada risiko terjadi peningkatan kasus Covid-19 atau gelombang ketiga usai libur natal dan tahun baru (nataru) bulan depan. Potensi kenaikan kasus tersebut harus dicegah.

"Tentu ada potensi gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19 ada. Ada risiko saat libur akhir tahun kemudian setiap orang melakukan mobilitas kemudian meningkatkan kasus Covid-19," katanya saat berbicara di konferensi virtual bertema Waspada Gelombang Ketiga Pandemi Covid-19 di Akhir Tahun, Kamis (18/11).

Ia menambahkan, biasanya masyarakat melakukan mobilitas di akhir tahun yaitu rekreasi di tempat wisata. Ia mengakui, pemerintah memang menghapus cuti bersama Natal dan tahun baru sebagai upaya untuk mencegah gelombang ketiga. Tetapi, ia mengingatkan kebijakan itu hanya berefek pada aparatur sipil negara (ASN).
Menteri PAN/RB hampir pasti mengeluarkan surat edaran mengenai itu.

"Sedangkan bagi yang bukan ASN tidak terikat penghapusan cuti bersama itu. Sedangkan jumlah ASN secara proporsi juga kecil hanya sekitar 4 persen dan dengan keluarganya 10 persen," katanya.

Artinya, dia menambahkan, kelompok wiraswasta atau pekerja swasta ketika ingin berlibur maka tinggal pergi karena tidak terikat dengan ketentuan itu. Jadi, ia memperkirakan kebijakan ini tak terlalu berpengaruh dalam membatasi pergerakan orang berlibur saat Natal tahun baru. Namun, Windhu mewanti-wanti jangan sampai potensi ini jadi kenyataan.

"Artinya harus mampu mencegahnya karena lonjakan kasus Covid-19 ini bisa dicegah. Jadi usaha-usaha yang lainnya adalah pembatasan mobilitas," katanya.

Sebab, ia menjelaskan biasanya masyarakat beramai-ramai menuju tempat wisata dalam negeri maupun luar negeri. Padahal, ini berisiko menciptakan kerumunan yang bisa menyebabkan transmisi virus. Efeknya itu akan meningkatkan penularan virus.

Namun, dirinya memprediksi kalaupun terjadi kenaikan kasus Covid-19 besok usai Natal Tahun Baru tidaklah sebesar Juni-Juli 2021 kemarin. Sebab, ia menduga sudah banyak masyarakat yang terinfeksi Covid-19, disadari atau tidak. Sehingga, banyak orang mengalami kekebalan alamiah selain karena vaksinasi. "Tetapi ini dugaan, perlu bukti," katanya.

Karena itu lonjakan kasus Covid-19 sekecil apapun harus dihindari. Lonjakan kasus Covid-19 sekecil apapun jangan sampai terjadi dan tak ada yang berharap terjadi gelombang ketiga Covid-19.

"Sebab, sekecil apapun penularan virus tetapi kalau banyak yang belum divaksin secara lengkap maka bisa menimbulkan kematian," ujarnya. Apalagi dia mencatat angka kematian (CFR) di Indonesia 3,3 sampai 3,4 persen sedangkan dunia sekitar 2,1 persen.


Berita Terkait
  • Kebijakan Ketat di Libur Akhir Tahun Lewat PPKM Level 3
  • Pemerintah Terapkan PPKM Level 3 Mulai 24 Desember 2021
  • Pakar: Potensi Gelombang Tiga Besar tapi Kasus tak Banyak
Berita Lainnya
  • Vaksinolog Paparkan Alasan Harus Dapatkan Booster Covid-19
  • Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

Epidemiolog: Ada Potensi Gelombang Ketiga Usai Tahun Baru

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya