0
Thumbs Up
Thumbs Down

Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

Rumah
Rumah - Mon, 09 Mar 2020 15:21
Dilihat: 53
Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

- Banjir di Jakarta memang sudah menjadi hal yang sering terjadi. Lalu tipe banjir apa yang sering terjadi di Jakarta? MenurutNirwono Joga selaku Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti ada empat tipe banjir di Jakarta.

Jakarta (5/3). Banjir yang melanda wilayah Jakarta dan kota-kota penyangga hingga di beberapa kota lain di Indonesia pada pergantian tahun 2019-2020 yang lalu dan berulang pada 23 Februari 2020 seperti menjadi kado tahun baru yang pahit bagi kita semua.

Pandangan yang lebih moderat dikemukakan oleh Nirwono Joga, Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Jakarta. Menurutnya, sejak 25 tahun terakhir tipikal banjir di Jakarta tidak berubah yaitu karena hujan lebat di wilayah hulu yang airnya mengalir ke13 sungai utama di Jakarta sehingga menyebabkan sungai yang menyempit menjadi over capacity dan meluaplah air ke mana-mana.

"Faktor kedua karena hujan lebat di Jakarta dengan curah yang sangat tinggi ditambah buruknya drainase kota sehingga terjadi banjir lokal. Ketiga, banjir yang diakibatkan karena air pasang sehingga terjadi rob di wilayah pesisir utara, dan keempat banjir karena ketiga faktor itu terjadi bersamaan seperti banjir besar di Jakarta tahun 1996, 2002, 2007, 2013, dan 2019-2020," jelasnya.

Beli rumah pakai agen properti bisa membantu proses jual-beli rumah makin mudah. Apa sih untungnya? simak di video berikut ini.

Akhirnya, bencana banjir ini juga diperparah dengan tidak kompaknya pemerintah pusat dan daerah maupun ego sektoral tiap daerah dan kantor kedinasan. Secara aturannya, kali maupun aliran sungai yang melintasi tiga wilayah secara otomatis menjadi tanggung jawab pemerintah pusat namun hingga saat ini pemerintah pusat dan daerah belum menyepakati masterplan pengendalian banjir yang bisa dijadikan acuan bersama. Masterplan ini juga harus memasukan penataan air secara keseluruhan mulai pengelolaan air hujan, air bersih, air limbah, dan sebagainya.

Tipikal curah hujan yang turun di wilayah hulu dan mengalir ke hilir sebagaimana sifat air sebenarnya sejak dulu juga tidak berubah. Yang membedakan dulu masih banyak penghijauan selain jalur air masih cukup lebar. Seiring perkembangan penghijauan berganti dengan pemukiman, terjadi penyempitan maupun sedimen aliran sungai yang membuat air langsung menggelontor dan hulu ke pantai dan menerjang apapun yang dilaluinya.

Nirwono memaparkan beberapa solusi terkait pengendalian banjir. Keberadaan situ, danau, embung, waduk (SDEW) di wilayah Jabodetabek harus terpelihara dengan baik sehingga fungsinya bisa maksimal untuk mengalirkan air, menampung, maupun sebagai tempat parkir air saat curah hujan tinggi.

Kedua, pembenahan bantaran sungai dengan naturalisasi, normalisasi, maupun kombinasi keduanya dengan target yang jelas di setiap titik. Ketiga, rehabilitasi saluran air karena berdasarkan data di lapangan, saluran air di Jakarta hanya 33 persen yang berfungsi baik makanya tidak heran kalau hujan lokal sebentar saja langsung membuat kawasannya tergenang.

Keempat, perbaikan tata ruang termasuk menata pemukiman di bantaran kali maupun daerah-daerah cekungan. Kepala daerah baik gubernur, walikota, maupun bupati harus menjadi pihak terdepan yang menghadapi warga dengan cara-cara terbaik dan persuasif. Mustahil dilakukan revitalisasi di pemukiman-pemukiman bantaran kali tanpa menggusur atau menggeser warga. Karena itu harus disampaikan tahapan revitalisasi, pilihan lokasi baru, fasilitas, dan ganti untung lain yang memadai sehingg warga dengan sukarela ikut program pemerintah.

Baca juga:Tips Lengkap Punya Rumah Bebas Banjir

Kelima, keterlibatan masyarakat harus terus ditingkatkan dan pastikan setiap pihak mulai rumah, sekolah, kantor, rumah sakit, dan lainnya untuk memaksimalkann air hujan bisa diserap di kawasannya. Bila ini dilakukan secara bersamaan dengan partisipasi aktif semua pihak, menjaga kebersihan, disiplin, maka banjir di Jakarta akan berkurang sangat signifikan.

"Selain itu juga harus ada pembagian tugas yang jelas antar wilayah. Misalnya wilayah yang lebih tinggi di Kabupaten Bogor, harus dipastikan melakukan konservasi hutannya. Wilayah yang lebih turun di Depok dan Jakarta lakukan revitalisasi kota mulai pembenahan bantaran kali dan SDEW hingga ke wilayah pesisir di Tangerang dan Bekasi dengan melakukan restorasi pantai utara. Harus diwujudkan juga langkah-langkah yang kreatif untuk menambah ruang terbuka hijau di Jakarta dari saat ini 9,98 persen menjadi 30 persen," beber Nirwono.

Temukan lebih banyak lagi panduan dan tips membeli rumah dalamPanduan dan Referensi.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Sumber: Rumah

Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

Empat Tipe Banjir Jakarta dan Solusinya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya