0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

okezone
okezone - Thu, 14 Nov 2019 13:12
Dilihat: 43
Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

WASHINGTON - Dua diplomat Amerika Serikat mengatakan dalam sidang terbuka untuk memakzulkan Presiden Donald Trump, bahwa Presiden menciptakan "saluran yang tidak biasa" dengan menugaskan pengacara pribadinya Rudy Giuliani untuk memaksa Ukraina melakukan penyelidikan yang akan menguntungkan dirinya.

Kedua pejabat Departemen LN Amerika itu, William Taylor, diplomat tertinggi Amerika di Ukraina dan George Kent, pejabat Departemen LN urusan Ukraina, mengatakan, Giuliani bertindak atas nama Presiden Trump untuk urusan yang biasanya dilakukan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Kata kedua diplomat itu, Giuliani mendesak Ukraina supaya mengadakan penyelidikan atas saingan utama Trump dalam pemilu tahun 2020, mantan wakil presiden Joe Biden, dan putranya Hunter yang bekerja untuk perusahaan gas alam Ukraina.

Baca juga: Mantan Dubes AS untuk PBB Sebut Dua Pejabat Gedung Putih Ingin Melemahkan Trump

Baca juga: Petani India Puja dan Sembah Trump Layaknya Dewa Hindu

Giuliani juga diminta oleh Trump untuk menyelidiki teori yang mengatakan hawa Ukraina-lah yang melakukan campur tangan dalam pemilu presiden tahun 2016, dan bukannya Rusia.

Permintaan Trump itu dilakukan sambil ia menahan bantuan militer bagi Ukraina berjumlah USD391 juta (sekira Rp5,5 miliar), yang diperlukan negara itu untuk melawan kelompok separatis pro-Russia di bagian timur Ukraina.

Kata Duta Besar Taylor, "Tanpa bantuan Amerika itu, pastilah lebih banyak warga Ukraina yang akan mati."

Bagian penting penyelidikan pemakzulan itu berpusat pada percakapan telepon antara Presiden Trump dengan Presiden Ukraina Zelinsky bulan Juli lalu, dimana Trump minta bantuan Zelinsky untuk memulai penyelidikan atas Joe Biden dan putranya.

Kata Duta Besar Taylor, ia belum pernah mengetahui adanya presiden Amerika yang minta bantuan pemerintah asing untuk melakukan penyelidikan politik guna kepentingannya sendiri.

Presiden Trump di kantornya di Gedung Putih mengatakan pada wartawan dia tidak menyaksikan sidang dengar pendapat yang disiarkan langsung lewat televisi itu.


"Saya terlalu sibuk. Itu adalah hoaks dan usaha mencari-cari kesalahan," katanya.

Sumber: okezone

Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

Dua Diplomat Bersaksi Dalam Sidang Terbuka Penyelidikan Pemakzulan Donald Trump

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya