0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dorong Desa Digitalisasi, Bisa Tangkal Resesi

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 09 Aug 2020 21:25
Dilihat: 131
Jakarta

Desa punya potensi besar untuk terus bertumbuh. Indonesia yang kini memiliki 74.517 desa dan separuh penduduk Indonesia tinggal disana.

Dan kini, di tengah masa pandemi Corona (Covid-19), desa menghadapi pula dampaknya sehingga diperlukan strategi menghadapi kemungkinan resesi ekonomi.

Baca Juga: Update Kasus Corona Minggu 9 Agustus: Naik Hampir 2 Ribu Sehari

"Indonesia pernah menghadapi krisis saat reformasi 98 lalu, tapi saat itu desa tidak terdampak. Tapi di masa pandemi Corona ini, desa terdampak dan menjadi benteng terakhir. Banyak orang kota lebih baik pulang ke desa asal bisa makan," ujar mantan Kepala Bappenas/Menteri PPN, Andrinof Chaniago di webinar bertajuk 'Strategi Hadapi Resesi Ekonomi, Prioritas Dibangun Desa atau Kota?', Minggu (9/8).

Hal inilah yang dikatakannya perlu agar terus bisa menjadi benteng terakhir melawan krisis akibat pandemi ini.

"Strategi khusus guna membangun desa itu harus diakselerasi agar mendukung pertumbuhan ekonomi, mengingat penduduk miskin lebih banyak berada di pedesaan," ujar Andrinof.

Budiman Sudjatmiko, Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia yang juga Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) yang juga jadi pembicara menyebut strategi mengikis krisis ini bisa dilakukan dengan sebuah syarat.

"Sumbatan digitalnya harus dibuka dulu, agar arus informasi bisa lancar," ujar Budiman.

Dikatakannya, saat ini pemerintahan Jokowi telah menyediakan Palapa Ring yang menjadi jalan tol komunikasi dari Sabang sampai Merauke.

"Tapi kan 'jalan kampung' di sekitarnya belum di aspal. Inilah yang kini akan kita kolaborasikan. Bumdes kita sambungkan dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa internet untuk bikin kolaborasi digital," papar Budiman.

Hal ini sudah mulai dicoba di Tanah Datar, Sumatera Barat. Sebelum pandemi Covid-19 saja, tiap desa di wilayah itu sudah meraup untung Rp16 jt/bulan dari penyediaan akses internet.

"Tahun depan kita akan coba ke 25 ribu desa di Indonesia. Masyarakat beli kuota ke Bumdes, nanti keuntungannya buat desa," ujar Budiman.

Politisi PDIP ini menyebut, secara teknologi pelaksanaan hal tersebut tidak sulit, apalagi ada dana desa.

Digitalisasi atau yang dikatakan Budiman sebagai rangkai data, merupakan satu dari pendekatan Trisakti ABC yang efektif untuk diterapkan di masa normal baru ini, selain asasi, abadi, berkelanjutan (sustainable), berdana, berdaya, dan cinta tanah air serta punya cita-cita.

"Kami mendorong pemerintah di tingkat desa agar aktif melakukan digitalisasi di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Indonesia dinilainya punya comparative advantage yang harus didorong untuk terus ditingkatkan.

Hal ini diamini pula oleh Andrinof. Ia sepakat jika masyarakat di desa harus terus ditanamkan mental kewirausahaan.

"Jadi kalau ditanya apakah di desa atau kota yang penting, dua-duanya penting. Tapi di desa perlu akselarasi dan tata kelola yang lebih baik," pungkas Andrinof.

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil


Foto: KSDI

Sumber: wartaekonomi

Dorong Desa Digitalisasi, Bisa Tangkal Resesi

Dorong Desa Digitalisasi, Bisa Tangkal Resesi

Dorong Desa Digitalisasi, Bisa Tangkal Resesi

Dorong Desa Digitalisasi, Bisa Tangkal Resesi

Dorong Desa Digitalisasi, Bisa Tangkal Resesi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya