0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

Republika Online
Republika Online - Fri, 02 Oct 2020 03:23
Dilihat: 86
Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

JAKARTA -- Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi, Norman Zainal, menyampaikan kritikannya terkait sejumlah presenter televisi maupun narasumber yang tak mengenakan masker saat siaran. Padahal selama ini di lapangan razia penggunaan masker massif dilakukan.


"Selama ini kan ada razia masker dan masyarakat yang tidak mentaatinya mendapatkan sanksi disuruh push up atau membayar denda. Tetapi sayangnya di media mainstream, si host atau pengisi acaranya, kemudian narasumbernya tidak memakai masker," kata Dokter Norman saat mengisi konferensi virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema 'Pencegahan Covid-19: Beda Masyarakat, Beda Strategi?', Kamis (1/10).

Sebagai bagian dari tenaga medis, Zainal mengaku sedih karena media tidak bisa memberikan contoh untuk menaati protokol kesehatan. Ia meminta semua pihak dan media harus fokus terhadap penularan ini.

Apalagi, dalam sebuah acara di satu ruangan ternyata terdapat banyak orang, mungkin lebih dari dua orang. Padahal, tidak menutup kemungkinan droplet penderita Covid-19 yang juga bekerja di media ini kemudian jatuh ke lantai. Kemudian droplet penderita Covid-19 diinjak sepatu kru yang lain, atau terkena baju, dan bisa menular ke yang lain.

"Jadi sebagai tenaga medis, saya minta pemimpin tertinggi media atau Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), bahkan presiden supaya menginstruksikan bahwa semua harus pakai masker," katanya.

Menurutnya, media tidak akan mati kalau pegawainya termasuk pembawa acara memakai masker. Menurutnya, penurunan kasus Covid-19 bisa diminimalisasi jika terjadi perubahan perilaku masyarakat yaitu masyarakat yakin ada bagian tubuh badannya yang seakan menjadi aurat wajib ditutup yaitu mulut dan hidung.

Ia juga menganjurkan adanya figur teladan yang memberikan contoh memakai masker. Sebab, dia melanjutkan, masyarakat Indonesia masih paternalistik yang melihat tokoh panutannya.

"Kita juga perlu edukasi tokoh panutan atau leader ini bagaimana memberikan keteladanan yang baik," katanya.

Yang juga tak kalah penting, Norman melanjutkan, adalah penegakan hukum dan regulasi mengenai masalah ini.

Berita Terkait
  • Dokter Minta Perlakukan Hidung dan Mulut Seperti Aurat
  • Satgas: Biaya Perawatan yang Ditanggung Hanya di RS Rujukan
  • Pesawat Garuda Aja Pakai Masker, Kok Kamu Enggak?
Berita Lainnya
  • Paslon Sepakati Desain Surat Suara Pilkada Indramayu 2020
  • Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya