0
Thumbs Up
Thumbs Down

Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding

Republika Online
Republika Online - Tue, 27 Oct 2020 01:11
Dilihat: 152
Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman seumur hidup terhadap Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Ia dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) atas kasus pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (AJS).

Tim kuasa hukum Heru Hidayat, Soesilo Aribowo mengaku kecewa dan akan mengajukan banding dalam waktu dekat. Ia meyakini perkara PT AJS bukan merupakan ranah tindak pidana korupsi. Hal-hal yang dilakukan Heru pun merupakan bagian dari keputusan yang terkait kebijakan di pasar modal.

"Kami tentu kecewa dengan putusan ini, pertimbangannya tidak detil dan tidak matang juga, kami akan segera mengajukan banding, " kata Soesilo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/10) malam.

Soesilo menilai hampir 90 persen putusan terhadap kliennya merupakan persoalan pasar modal seperti perdagangan saham atau manipulasi pasar. Oleh karenanya, pihaknha tak sependapat dengan pandangan hakim yang memiliki pandangan berbeda dengan SEMA Nomor 7 Tahun 2012 dan menyebut sekalipun modus operandi masuk perundangan lain, namun sepanjang unsur-unsur tindak pidana korupsi terpenuhi maka UU Tipikor yang diterapkan.

"Itu tidak bisa. Karena sepanjang di Pasal 14 UU itu Pasar Modal itu tidak mengatur bahwa tindak pidana korupsi, maka itu tak bisa dikorupsikan, tapi tetap di UU Pasar Modal, " tegasnya.

Hal lain yang tidak sependapat yakni terkait kerugian negara, Soesilo menilai Majelis Hakim langsung mengambil alih laporan pemeriksaan dari BPK dan langsung membagi dua kerugiannya. Semestinya, kerugian harus dibagi sesuai dengan peran masing-masing Terdakwa.

"Ini hal yang sulit bagi kami menerima putusan, " ucapnya.

Ia juga menyayangkan masih adanya saham-saham di PT AJS yang masih bisa dijual. Namun, hal tersebut tidak masuk dalam pertimbangan Majelis Hakim.

"Terus kemudian kemudian itu jadi milik siapa sekarang," kata Soesilo.

Saat membacakan putusan, Majelis hakim menilai tindak pidana korupsi adalah kejahatan luar biasa dan berdampak luas karena menyangkut aspek-aspek bernegara sehingga tidak mengherankan dikemas dalam berbagai modus operandi.

"Oleh karena itu, penanganan tindak pidana korupsi perlu penanganan kompleks sehingga SEMA Nomor 7 Tahun 2012 tersebut adalah jawaban sekaligus instrumen penting terhadap modus operandi korupsi yang berkembang dan dalam persidangan unsur-unsur korupsi terpenuhi dari rangkaian perbuatan terdakwa sehingga meski perbuatan terdakwa masuk dalam lingkup pasar modal tapi menurut hakim seluruh unsur tindak pidana korupsi terbukti maka perbuatan itu masuk dalam lingkup korupsi," kata hakim Agus Salim.

"Secara tersirat penasihat hukum terdakwa mengalihkan tanggung jawab secara sepihak ke PT Asuransi Jiwasraya semata jadi apa hak terdakwa untuk menerima pengelolaan bila terdakwa tidak punya niat jahat. Terdakwa jelas akan menolak pengelolaan itu karena terdakwa tidak punya kewenangan menurut undang-undang, penasihat hukum hanya ingin mengalahkan tanggung jawab sehingga pembelaan harus ditolak," kata hakim.

Selanjutnya majelis hakim juga menyatakan kerugian negara secara nyata adalah Rp16.807.283.375.000 sebagaimana Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif BPK RI. "Terkait pembelaan penasihat hukum terdakwa yang menyatakan perhitungan kerugian negara masih kerugian potensial atau 'unrealized loss', majelis berpegang yang menilai jumlah kerugian negara adalah BPK jadi majelis mengikuti laporan kerugian negara BPK sehingga sangat beralasan menolak pembelaan penasihat hukum," kata hakim.


Berita Terkait
  • Hakim Wajibkan Pengelola Saham Jiwasraya Bayar Rp 10,728 T
  • Benny Tjokro Diwajibkan Bayar Uang Pengganti Rp 6 Triliun
  • Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup
Berita Lainnya
  • Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding
  • Bantul Mitigasi Setiap Potensi Bencana

Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding

Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding

Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding

Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding

Divonis Seumur Hidup, Kuasa Hukum Heru Hidayat akan Banding

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
harian pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya