0
Thumbs Up
Thumbs Down

Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus

Republika Online
Republika Online - Wed, 20 Oct 2021 06:30
Dilihat: 100
Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus

JAKARTA -- Sebuah studi baru menemukan, orang yang telah divaksinasi Covid-19 cenderung tidak menyebarkan virus, bahkan jika mereka kena kasus terobosan. Studi baru itu menambah semakin banyak bukti bahwa vaksin dapat mengurangi penularan varian delta.

Dikutip NBC News, Selasa (19/10), para ilmuwan Inggris di University of Oxford memeriksa catatan nasional dari hampir 150 ribu kontak yang ditelusuri dari sekitar 100 ribu kasus awal. Sampel tersebut termasuk orang-orang baru menerima sebagian dosis vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech atau AstraZeneca, dosis lengkap, serta mereka yang tidak divaksinasi.

Dari pemeriksaan itu, para peneliti kemudian melihat bagaimana vaksin memengaruhi penyebaran virus jika seseorang memiliki infeksi terobosan, baik dengan varian alfa atau varian delta yang sangat menular. Mereka menemukan, kedua vaksin tersebut mengurangi penularan.

Meskipun demikian, vaksin itu lebih efektif melawan varian alfa dibandingkan dengan varian delta. Ketika terinfeksi dengan varian delta, kontak yang diberikan adalah 65 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dites positif jika orang yang terpapar telah divaksinasi penuh dengan dua dosis vaksin Pfizer.

Dengan AstraZeneca, kontak tertentu 36 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dites positif jika orang yang terpapar telah divaksinasi lengkap. Hanya saja, risiko penularan dari infeksi terobosan jauh lebih tinggi jika seseorang hanya menerima satu dosis vaksin Pfizer maupun AstraZeneca.

Studi ini dipublikasikan secara daring pada Kamis (29/9), dan belum ditinjau oleh rekan sejawat. Tetapi, para ilmuwan yang tidak terkait dengan penelitian tersebut mengatakan bahwa temuan tersebut dapat dipercaya.

"Ini adalah studi kualitas tertinggi yang kami miliki sejauh ini tentang masalah penularan orang yang divaksinasi yang terinfeksi delta," ujar seorang dokter penyakit menular di University of Pennsylvania, Dr. Aaron Richterman, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.


Ahli mikrobiologi klinis di University of Southern California, Susan Butler-Wu, menyebut penelitian ini "berperforma baik". Terutama karena ini mencerminkan penularan di dunia nyata karena melacak penyebaran di antara kontak dekat.

Berita Terkait
  • Stres Akibat Pandemi Bikin Siklus Haid Berantakan
  • Permintaan Jasa Rental Mobil di Belitung Kembali Naik
  • Kodim Magelang Salurkan BTPKLW kepada 7.500 Penerima
Berita Lainnya
  • Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus
  • Bermurah Hati Dalam Jual Beli

Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus

Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus

Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus

Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus

Divaksinasi Covid-19, Orang Cenderung tak Menyebarkan Virus

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya