0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dirjen PKTN Buka Secara Resmi Bimtek PBBJ dan PPNS-PK Tahun 2021

Citra Indonesia
Citra Indonesia - Wed, 17 Nov 2021 17:38
Dilihat: 167
Dirjen PKTN Buka Secara Resmi Bimtek PBBJ dan PPNS-PK Tahun 2021

JAKARTA, - Setelah Direktur Pangawasan Barang Beredar dan Jasa, Ivan Fithriyanto menyampaikan laporannya, selanjutnya Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Kementerian Perdagangan RI, Veri Anggrijono membuka secara resmi acara

Bimbingan Teknis Pengawasan Perdagangan Barang Beredar dan Jasa (Bimtek PBBJ) dan Bimtek PPNS-PK yang berlangsung 17-19 November 2021 di Jakarta pada Rabu (17/11/2021). Peserta diikuti 60 orang dari Dinas-dinas yang membidangi Perdagangan di seluruh Indonesia. Mereka msing-masing 30 peserta Bimtek PBBJ dan 30 orang peserta Bimtek PPNS-PK.

"Kegiatan ini bertujuan untuk Peningkatan (upgrading) ilmu pengetahuan para petugas pengawas agar dapat mengikuti perkembangan jaman seperti saat ini serta memiliki persepsi, langkah dan tindakan yang sama dalam menangani permasalahan-permasalah pengawasan barang beredar dan jasa serta kegiatan perdagangan.

Dengan perkembangan yang terjadi dimasa pademi ini banyak sekali yang telah berubah, dimana telah memacu kita untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang konvensional dengan cara tatap muka langsung antara pedagang dengan konsumen, akan tetapi saat ini cara berbelanja konsumen juga sudah berubah lebih pada tidak secara langsung bertemu dengan penjual yang dilakukan melalui jaringan atau Perdagangan Melalui Sistem Elektonik (PMSE)," ujar Veri Anggrijono.

Ia memaparkan bahwa PMSE itu sendiri adalah Pembelian barang dan/atau jasa yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Sistem Elektronik Privat pemiliki portal, situs, atau aplikasi dalam jaringan melalui internet yang dipergunakan untuk menyediakan, mengelola, dan/atau mengoperasikan penawaran dan/atau perdagangan barang dan/atau jasa.

Sementara itu, mengacu kepada data Simon Kemp, Digital 2021: Indonesia, 11 Februari 2021, (https://datareportal.com/reports/digital-2021- indonesia?rq=indonesia), melalui e-commerce activity overview menyatakan bahwa:

a. 93,0% mencari produk dan jasa secara online.
b. 87,3% mengunjungi situs ritel dan situs toko.
c. 78,2% menggunakan aplikasi belanja online melalui mobile phone dan tablet.
d. 87,1% membeli produk secara online dari berbagai perangkat (contoh HP, Komputer, Laptop, Tablet dll)
e. 79,1% berbelanja menggunakan telepon selular.

"Dari data tersebut, menunjukan bawah kedepan perkembangan PMSE akan semakin tumbuh dan hal ini menjadi salah satu penunjang perekonomian Indonesia baik saat ini maupun dimasa yang akan datang," tambahnya menekankan.

Kita ketahui bahwa UUPK belum mengatur secara tersurat (eksplisit) tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) namun terdapat berbagai ketentuan di dalam UUPK yang masih dapat diterapkan dalam perdagangan melalui sistem elektronik, antara lain:

a. Pasal 8 yang mengatur tentang perbuatan pelaku usaha yang dilarang;

b. Perlu penyesuaian dengan perkembangan modus perdagangan melalui sistem elektronik, antara lain Pasal 18 yang mengatur tentang klausula baku dalam perjanjian baku.

c. Perlu penggantian karena sudah tidak sesuai dengan keberadaan perdagangan melalui sistem elektronik, antara lain Pasal 45 yang mengatur tentang penyelesaian sengketa konsumen.

"Kiranya dengan makin berkembangnya PMSE, maka Saudara sebagai Petugas Pengawas juga harus berbenah diri untuk mempersiapkan kemajuan teknologi yang semakin cepat, sehingga dapat mengimbangi perkembangan sesuai dengan zamannya.

Ivan Fithriyanto, Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Ditjen PKTN Kemendag RI. Foto Olo

Karena pengawasan barang beredar dan jasa bukan saja dilakukan di luar jaringan (luring) juga pengawasan melalui dalam jaring (daring) juga penting dilakukan dengan tetap menggunakan paremeter standar, jaminan dan/atau garansi, pengiklanan, cara menjual, dan klausula baku.

Untuk itu dalam Bimtek kali ini juga dihadirkan salah satunya narasumber dari Indonesian E-Commerce Association (idEA) yang akan menyampaikan tata cara berdagang melalui PMSE sehingga akan memudahkan para petugas pengawas dalam melakukan pengawasan perdagangan online," sambungnya.

Narasumber lain yang dihadirkan pada rangkaian kegiatan ini dari Komunitas Konsumen Indonesia yang akan menyampaikan terkait dengan klausula baku. Berdasarkan hasil pengawasan perdagangan produk jasa banyak yang terkait dengan pelanggaran terhadap klausula baku yang merugikan konsumen. Beliau akan memberikan gambaran kepada saudara sekalian bagaimana menilai klausula baku yang dilarang.

Ojak Simon Manurung, Direktur Pemberdayaan Konsumen Ditjen PKTN (kiri) didampingi Wisnu Haryo Samudro, Koordinator Analisa Kasus Perlindungan Konsumen dan Bimbingan Operasional PBBJ dan PPNS-PK. Foto olo

Dari Badan Intelijen Negara akan hadir memberikan materi teknik berbicara dan menggali informasi, tujuannya adalah agar para petugas dapat mengetahui teknik-teknik mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam membongkar suatu kasus yang ditemukan dalam proses pengawasan barang beredar dan jasa serta kegiatan perdagangan.

Selain materi-materi di atas para peserta sekalian akan dibekali dengan bagaimana cara mengetahui titik-titik kritis menilai produk-produk SNI yang harus diketahui oleh para pengawas.

"Melihat pentingnya materi-materi yang akan disampaikan oleh narasumber yang kompeten diatas, sudah seharusnya para peserta menyimak dengan baik semua pembelajaran yang diberikan untuk meningkatkan pengetahuan saudara semua.

Sebelum mengakhirnya sambutan ini saya berpesan jaga kesehatan, hindari kerumunan, jaga jarak, gunakan masker/face shield, sebagaimana yang dianjurkan dalam protokol kesehantan. Serap ilmu dengan baik, gali dan diskusikan dengan narasumber, karena ini merupakan kesempatan yang baik bagi kita semua untuk meningkatkan kualitas sebagai petugas pengawas," harapanya.

Dr. Renti Maharani Kerto SH.MH, Dosen FH Universitas Trisaksi. Foto Olo

Beikut ini para narasumbernya :
1. Direktur 44 Badan Intelijen Negara Republik Indonesia; a.n E. SURYO WIDODO (Direktur)
2. Direktur Sistem Penerapan Standar, BSN; an ARINI WIDYASTUTI (KOORDINATOR SISTEM PEMBERLAKUAN STANDAR DAN WAJIB)
4. Kepala Bagian Kalibrasi dan Teknik PT. Sucofindo; an YUDHA FEBRI QISTANTO (SENIOR ENGINEER)
5. Ketua Komunitas Konsumen Indonesia; Dr. RENTI MAHARANI KERTI, SH, MH (Dosen FH Univ Trisakti)


(olo)

Sumber: Citra Indonesia

Dirjen PKTN Buka Secara Resmi Bimtek PBBJ dan PPNS-PK Tahun 2021

Dirjen PKTN Buka Secara Resmi Bimtek PBBJ dan PPNS-PK Tahun 2021

Dirjen PKTN Buka Secara Resmi Bimtek PBBJ dan PPNS-PK Tahun 2021

Dirjen PKTN Buka Secara Resmi Bimtek PBBJ dan PPNS-PK Tahun 2021

Dirjen PKTN Buka Secara Resmi Bimtek PBBJ dan PPNS-PK Tahun 2021

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya