0
Thumbs Up
Thumbs Down

Din Menduga Ada Pihak-Pihak Danai Kelompok Penentang KAMI

Republika Online
Republika Online - Wed, 30 Sep 2020 03:25
Dilihat: 49
Din Menduga Ada Pihak-Pihak Danai Kelompok Penentang KAMI

JAKARTA -- Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsudin menduga ada pihak-pihak yang mendanai kelompok-kelompok yang selama ini menentang KAMI. Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi penolakan kelompok Surabaya Adalah Kita terhadap acara KAMI di Surabaya pada Senin (28/9) kemarin.

Din menjelaskan, penolakan seharusnya tak terjadi jika kelompok itu memahami jati diri KAMI. KAMI berjuang untuk meluruskan kiblat bangsa dan menegakkan Pancasila secara sejati.

Maka, kata dia, ketika tetap ada kelompok yang menolak KAMI berarti mereka salah paham tentang KAMI. Tapi, ia juga menduga kelompok itu adalah hasil rekayasa dan didanai.

"Bahwa kemungkinan ada pihak yang merekayasa dan mendanai kelompok penentang KAMI (seperti, kasus bocornya proposal mahasiswa di Surabaya), KAMI tidak ingin menghabiskan waktu untuk menanggapinya," kata Din dalam dalam keterangan tertulisnya yang dikirimkan kepada Republika, Selasa (29/9).

Din menyebut, KAMI beserta seluruh jejaringnya memilih untuk memaafkan mereka yang sinis dan benci terhadap KAMI. "Namun yang pasti jika ada pihak lain yg melampaui batas dan melanggar hukum, KAMI tidak segan-segan untuk memprosesnya ke jalur hukum, demi tegaknya negara hukum," kata mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Sebelumnya, acara Silaturahim Akbar Kami yang hendak digelar di Gedung Juang 45, Surabaya, pada Senin (28/9), batal digelar. Sebab, ratusan massa yang mengatasnamakan 'Surabaya Adalah Kita' berkumpul di sana menolak kegiatan tersebut. Acara lalu diganti menjadi kegiatan ramah tamah di Gedung Jabal Nur, Jambangan Surabaya, pada hari yang sama.

Dalam acara ramah tamah tersebut, Presidium KAMI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo diminta menyampaikan pidato. Namun, saat eks Panglima TNI itu berpidato, polisi masuk ke dalam gedung dan meminta pidatonya dihentikan. Polisi itu juga meminta acara disudahi karena massa 'Surabaya Adalah Kita' sudah berada di luar gedung Jabal Nur.

Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pembubaran acara tersebut karena tidak berizin. Selain itu, kata dia, acara dihentikan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Saat Deklarasi KAMI di Kota Bandung pada Senin (7/9), penolakan serupa juga terjadi. Ratusan massa yang menamakan diri Aliansi Kita Indonesia menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung.



Berita Terkait
  • Alasan KAMI Pilih Ruang Publik daripada Langsung ke Presiden
  • Refly Harun: Pembubaran Acara KAMI Tanda Pemerintah Takut
  • Akun Korlap Penolak Acara Gatot Nurmantyo Diserbu Warganet
Berita Lainnya
  • Jumlah Zona Merah Covid di Kabupaten Bogor Jadi 36 Kecamatan
  • Dian Ayu Mudah Bangun Mood Akting di Serial Jadi Ngaji

Din Menduga Ada Pihak-Pihak Danai Kelompok Penentang KAMI

Din Menduga Ada Pihak-Pihak Danai Kelompok Penentang KAMI

Din Menduga Ada Pihak-Pihak Danai Kelompok Penentang KAMI

Din Menduga Ada Pihak-Pihak Danai Kelompok Penentang KAMI

Din Menduga Ada Pihak-Pihak Danai Kelompok Penentang KAMI

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya