0
Thumbs Up
Thumbs Down

Digitalisasi Kartu Prakerja Dinilai Bisa Cegah Korupsi

Republika Online
Republika Online - Sat, 11 Jul 2020 20:18
Dilihat: 250
Digitalisasi Kartu Prakerja Dinilai Bisa Cegah Korupsi

JAKARTA -- Program Kartu Prakerja melalui digitalisasi dinilai bisa meminimalisasi praktik korupsi dalam implementasi kebijakan. Menurut Co-Founder Katadata Insight Center Metta Dharmasaputra, program ini merupakan terobosan digital ekosistem dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah.

"Ini sebuah gerakan yang justru meminimalkan korupsi. Karena tidak ada aliran uang yang keluar, tidak ada cash yang keluar," kata Metta Dharmasaputra dalam seminar virtual bertemakan kupas tuntas Kartu Prakerja, Sabtu (11/7).

Ia menjelaskan program itu berbeda dengan bansos dan mempunyai sasaran untuk meningkatkan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menuju visi Indonesia Maju 2045.

"Kenapa tidak cash, Kartu Prakerja memang didesain bukan untuk bansos, tapi untuk pelatihan. Kita harus ada satu pemahaman bahwa ini disusun tidak dalam kondisi normal," ujarnya.

Metta menambahkan terobosan digital dalam implementasi Kartu Prakerja ini perlu terus didorong karena para pencari kerja saat ini adalah generasi muda yang siap terjun di era digital.

"Ini sebuah terobosan yang jangan sampai dia layu sebelum berkembang dengan sehat. Saya malah bersyukur ini ada percepatan digitalisasi dengan adanya COVID-19. Jadi saya kira kita justru harus apresiasi," katanya.

Dalam kesempatan ini Sekretaris Jendral PP KAGAMA AAGN Ari Dwipayana mengatakan Kartu Prakerja harus dilihat sebagai refomasi atau terobosan dalam suatu kebijakan (policy reform).

Selama ini, menurut Ari, Indonesia menghadapi problem struktural di mana adanya ketidakseimbangan atau gap antara apa yang dibutuhkan dunia kerja dengan keterampilan tenaga kerja yang tersedia.

"Perlu ada jembatan yang bisa menyambung antara apa yang menjadi tingkat kompetensi dari pencari kerja dengan dunia kerja. Ini problem struktural yang puluhan tahun kita hadapi," kata Ari.

Meski demikian ia mengakui bahwa pelaksanaan program Kartu Prakerja masih memiliki ruang-ruang untuk penyempurnaan dan perbaikan.

Menurut dia, suatu kebijakan atau inovasi harus terbuka terhadap adanya kritik untuk perbaikan atau evaluasi agar pelaksanaan program pemerintah dapat semakin optimal.

"Masih ada ruang-ruang yang mungkin ada penyempurnaan dan perbaikan. Kritik itu adalah bagian dari upaya untuk membuat policy reform itu semakin baik," katanya.


Berita Terkait
  • Jokowi Teken Perpres Baru Prakerja, Ini Poin Revisinya
  • LKSP: Penghentian Kartu Prakerja Sesuai Persepsi Publik
  • PAN: Kartu Prakerja Harus Bisa Tingkatkan Skill
Berita Lainnya
  • Banjir Rob Rusak Puluhan Rumah Warga di Meulaboh
  • Tragedi Sebrenica, Pambantaian Terbesar Muslim Abad Modern

Digitalisasi Kartu Prakerja Dinilai Bisa Cegah Korupsi

Digitalisasi Kartu Prakerja Dinilai Bisa Cegah Korupsi

Digitalisasi Kartu Prakerja Dinilai Bisa Cegah Korupsi

Digitalisasi Kartu Prakerja Dinilai Bisa Cegah Korupsi

Digitalisasi Kartu Prakerja Dinilai Bisa Cegah Korupsi

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya