-
Investor Lakukan Hal Ini, Dolar AS Melemah
58 menit lalu -
Ini 14 Titik Lokasi Pelayanan STNK Keliling
59 menit lalu -
Model Playboy Foto "Topless" di Gurun Dubai Tuai Kritikan
52 menit lalu -
Harga Minyak Terguncang Lonjakan Kasus Covid-19
51 menit lalu -
Jaksa Agung: Pembentukan JAM Pidana Militer Tinggal Tunggu Teken Jokowi
58 menit lalu -
Hancur-hancuran di MotoGP 2020, Valentino Rossi Beri Nilai 5
55 menit lalu -
Agenda Jokowi Sebelum Melantik Komjen Listyo Sigit jadi Kapolri Hari Ini, Rabu Pon
55 menit lalu -
Buka-bukaan Emir Eranoto, Berkah Pandemi COVID-19 dan Menyukai Sepak Bola Taktikal di Eropa
56 menit lalu -
6 Fakta Kota Semarang, Venesianya Pulau Jawa
38 menit lalu -
Menko Luhut: RI Berpotensi Jadi Produsen Baterai Lithium Terbesar Kedua di Dunia
37 menit lalu -
Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Turun 670
55 menit lalu -
Dampak Corona di Berbagai Bidang, Terutama di Bidang Pariwisata
43 menit lalu
0
Desa Adat Kuta Gelar Nangluk Merana di Tengah Pandemi

Upacara yang digelar setahun sekali setiap Kajeng Kliwon Uwudan sasih kaenem penanggalan Bali itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Bendesa Adat Kuta I Wayan Wasista menerangkan, makna upacara ini adalah mohon kerahayuan jagat, semoga tidak ada bencana yang terjadi saat sasih kaenem. Pasalnya, sasih kaenem merupakan sasih merana atau wabah penyakit. Dalam upacara itu, sudah diimbau agar seluruh krama menaati prokes pencegahan Covid-19, utamanya memakai masker.
"Upacara ini kita memohon kerahayuan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga masyarakat Kuta diberikan kemakmuran dan terhindar dari hal-hal negatif," ujar Wasista.
Upacara Nangluk Merana dilakukan sejak pagi hari di 13 banjar. Setelah itu, dilakukan prosesi mendak pakuluh Ida Bhatara ring Pura Segara. Usai prosesi tersebut, masing-masing pelawatan yang ada di lingkungan Desa Adat Kuta, melaksanakan upacara di masing-masing persimpangan (catus pata) banjar. Batas utara (kaler) Desa Adat Kuta dilakukan upacara oleh pelawatan dari Banjar Plasa, Banjar Pande Mas, Banjar Pemamoran. Sedangkan untuk batas selatan (kelod) Desa Adat Kuta dilaksanakan upacara oleh pelawatan Pura Tanjung Pikatan dari Banjar Segara.
Wasista menjelaskan, setelah upacara di masing-masing catus pata selesai, dilanjutkan dengan masing-masing pelawatan Ratu Ayu menuju ke Pura Dalem Kahyangan. Namun, karena kondisi pandemi Covid-19, rangkaian upacara tersebut ditiadakan. "Kalau dulu seluruh pelawatan ke Pura Dalam Kahyangan. Namun, kali ini ditiadakan karena menaati protokol kesehatan," ungkap Wasista.
Menurut Wasista, yang masuk ke Pura Dalem Kahyangan hanya kelian. Hanya nunas tirta di Pura Dalem, kemudian dipundut ke masing-masing banjar, selanjutnya krama yang hendak nunas tirta bisa langsung ke banjar masing-masing. Hal ini semata untuk mencegah terjadinya kerumunan. "Rangkaian upacara itu kami lakukan semua. Namun, ada yang disederhanakan," ungkapnya. *dar
Sumber: Nusabali
Berita Terkait
Berita Populer Dari Nusabali