0
Thumbs Up
Thumbs Down

Depresi Besar Bisa Terulang, Indikatornya Sudah Terlihat

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 07 Aug 2020 05:07
Dilihat: 40
Jakarta

Momok resesi sudah bersiap menghantam ekonomi Indonesia. Pasalnya Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan produk domestik bruto (PDB) di kuartal II-2020 minus 5,32%. Skenario terburuknya, depresi hebat yang pernah terjadi pada 1930-an bisa saja terulang lagi.

Bhima Yudhistira, ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), membenarkan kekhawatiran di atas. Katanya, beberapa indikator depresi besar itu memang terlihat.

"Pertama yang membedakan dengan krisis biasa adalah terjadinya deflasi. Deflasi seperti yang sekarang terjadi di Indonesia. Pada Juli terjadi deflasi. Harusnya kan dalam setiap krisis pada tahun 98, Indonesia mengalami inflasi sampai 70%, tahun 2008 inflasi 11%, dan tahun 2020 ketika terjadi resesi, ini justru deflasi. Jadi lebih mirip depresi tahun 1930," jelas dia ketika ditanya redaksi Warta Ekonomi (5/8/2020).

Baca Juga: RI Mendekat Lubang Resesi, Apa Siasat Erick Thohir?

Baca Juga: Bayang-bayang Resesi Makin Nyata, Pengusaha Bisa Apa?

Alumnus UGM ini melanjutkan, indikatior kedua adalah turunnya volume perdagangan secara global. World Trade Organization (WTO) memperkirakan volume perdagangan secara global akan menurun sampai 32%.

Dia bilang, "ini situasi yang hampir mirip juga dengan depresi besar tahun 1930. Jadi, terjadi kontrasi yang terlalu cukup dalam di sisi perdagangan yang berpengaruh terhadap kinjera ekspor, kemudian impor."

Indikator lain yang juga sudah sangat terasa ialah pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan secara besar-besaran, nyaris di seluruh sektor.

"Depresi besar ini diikuti oleh gelombang PHK secara massal yang terjadi di banyak sektor, jadi kita bisa mengulang itu," beber Bhima.

Definisi depresi sendiri ialah ketika terjadi resesi ekonomi yang berlanjut dalam beberapa tahun. Penjelasan lebihnya, menurut Business Insider, depresi bisa dimaknai sebagai kemerosotan ekstrem dalam aktivitas ekonomi yang berlangsung selama beberapa tahun atau dalam waktu yang lama.

"Ketika tahun 2020 Indonesia resesi, dan dilanjutkan 2021 resesi, maka sama persis terjadinya depresi secara besar tahun 1930 sampai 1933. Harapannya kita tidak mengulangi sejarah yang sama dengan melakukan pencegahan lebih dini," tukas Bhima.

Penulis/Editor: Rosmayanti


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

Depresi Besar Bisa Terulang, Indikatornya Sudah Terlihat

Depresi Besar Bisa Terulang, Indikatornya Sudah Terlihat

Depresi Besar Bisa Terulang, Indikatornya Sudah Terlihat

Depresi Besar Bisa Terulang, Indikatornya Sudah Terlihat

Depresi Besar Bisa Terulang, Indikatornya Sudah Terlihat

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya