0
Thumbs Up
Thumbs Down

Demonstran Hong Kong Gunakan Masker saat Beraksi Tolak UU Keamanan

okezone
okezone - Sun, 24 May 2020 21:25
Dilihat: 62
Demonstran Hong Kong  Gunakan Masker saat Beraksi Tolak UU Keamanan

JAKARTA - Pandemi Covid-19 tampaknya tidak menyurutkan langkah para demonstran yang menentang rencana China memberlakukan undang-undang keamanan baru di Hong Kong, dikutip BBC Indonesia.

Para pandemo mengenakan masker untuk mencegah penyebaran virus corona. Demonstrasi skala besar ini tetap digelar walaupun aparat keamanan melarang warga berkumpul untuk menjaga jarak sosial di tengah pandemi.

Sebelumnya diberitakan, kepolisian Hong Kong menangkap setidaknya 120 orang ketika mereka mengikuti demonstrasi menentang

Polisi juga menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah ribuan demonstran yang menggelar aksi di sejumlah lokasi di Hong Kong pada Minggu (24/05).

Di antara titik aksi adalah kawasan sibuk Causeway Bay dan Wan Chai. Pengunjuk rasa meneriakkan slogan menentang rencana penerapan undang-undang keamanan baru itu dan mengibar-ibarkan spanduk.

Beberapa demonstran melemparkan payung dan botol air ke polisi. Mereka juga menggunakan tong sampah dan benda-benda lain untuk menghalangi jalan.

Undang-undang keamanan nasional yang sedang digodok Beijing tersebut dianggap kontroversial. Pemerintah China bisa melangkahi para legislator terpilih dari Hong Kong untuk memaksakan perubahan hukum nasional yang kemudian harus diterapkan di Hong Kong, baik melalui undang-undang maupun dekrit.

Sejak Inggris mengembalikan kedaulatan Hong Kong ke China pada 1997, wilayah itu telah menjalankan kebijakan "satu negara, dua sistem" dan pemerintahan "otonomi tingkat tinggi". Akan tetapi para aktivis dan gerakan prodemokrasi, merasa bahwa sistem itu sedang dirusak oleh Beijing.

Sesudah Hong Kong diserahkan ke Beijing, pemerintah Hong Kong harus mengesahkan undang-undang keamanan nasional. Namun upayanya pada tahun 2003 gagal setelah mendapat penentangan keras.

Sumber di Kongres Rakyat Nasional (NPC) mengatakan bahwa Beijing tidak bisa lagi menunggu Hong Kong untuk mengeluarkan hukumnya sendiri, juga tidak dapat terus menyaksikan hal yang disebut sebagai gerakan antipemerintah yang keras.

Tahun lalu Hong Kong diguncang oleh gelombang demonstrasi selama berbulan-bulan untuk menentang rancangan undang-undang ekstradisi ke China.

Kini pemerintah China beranggapan undang-undang baru diperlukan untuk "mencegah, menghentikan dan menghukum" protes di masa depan.


Juru bicara Komite Luar Negeri NPC, Zhang Yesui, mengatakan langkah itu ditempuh untuk "memperbaiki" kebijakan satu negara, dua sistem.

Sumber: okezone

Demonstran Hong Kong Gunakan Masker saat Beraksi Tolak UU Keamanan

Demonstran Hong Kong Gunakan Masker saat Beraksi Tolak UU Keamanan

Demonstran Hong Kong Gunakan Masker saat Beraksi Tolak UU Keamanan

Demonstran Hong Kong Gunakan Masker saat Beraksi Tolak UU Keamanan

Demonstran Hong Kong Gunakan Masker saat Beraksi Tolak UU Keamanan

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya