0
Thumbs Up
Thumbs Down

Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas

Republika Online
Republika Online - Sun, 17 Oct 2021 16:24
Dilihat: 163
Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas

JAKARTA -- Acer mengonfirmasi bahwa servernya diblokir oleh sekelompok peretas bernama Desorden. Peretas berhasil mencuri lebih dari 60GB data yang berisi informasi sensitif tentang jutaan pelanggan Acer.

Informasi yang dikompromikan termasuk nama, alamat dan nomor telepon beberapa juta klien, tetapi juga membatasi data keuangan perusahaan. Dilansir dari MENAFN, Ahad (17/10), peretasan ini baru-baru ini dilaporkan oleh peretasan itu sendiri dan kemudian dikonfirmasi kebenarannya oleh Acer. Desorden telah berhasil menembus server Acer di India dan mendapatkan sejumlah besar data. Data tersebut terdiri dari akun konsumen dan perusahaan.

Menurut Desorden, data pelanggan yang terpengaruh berjumlah jutaan. Sebagai bukti pelanggaran data, kelompok peretas menerbitkan lebih dari 10 ribu akun data pelanggan pribadi. Data yang tersisa akan dijual dan pos tersebut telah menarik minat dari pembeli potensial. Peretas belum menjelaskan apakah mereka ingin menjual data di underground market atau mereka hanya ingin Acer membayar uang tebusan untuk itu.

Menurut Acer, perusahaan telah segera menerapkan langkah-langkah keamanan dan melakukan pemindaian penuh terhadap sistemnya. Serangan itu mempengaruhi sistem layanan purna jual lokal Acer di India.

Perusahaan kemudian mulai memberi tahu semua pelanggan yang berpotensi terkena dampak. Dalam pernyataannya kepada Privacy Affairs, Acer mengklaim bahwa insiden ini tidak akan berdampak pada kelangsungan bisnisnya. Itu kemungkinan besar benar, tetapi ini tentu saja waktu yang buruk untuk merek, karena ini adalah pelanggaran data besar kedua yang dideritanya tahun ini.

Awal tahun ini, server Acer menjadi korban serangan ransomware yang dilakukan oleh kelompok peretas bernama REvil. Data yang dicuri semuanya sensitif, termasuk saldo bank, komunikasi bank dan informasi keuangan lainnya.

REvil menuntut 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) yang dibayarkan dalam XMR (cryptocurrency) sebagai tebusan untuk data yang dicuri. Acer belum mengomentari situasi selain mengakui "situasi abnormal yang diamati" selama waktu serangan. Pelanggaran data ini, pada kenyataannya, merupakan permintaan tebusan terbesar yang diketahui hingga saat ini.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas
    • Kunjungan Wisatawan ke DIY Meningkat hingga 40 Persen

    Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas

    Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas

    Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas

    Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas

    Data Pribadi Jutaan Pelanggan Acer Diretas

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    genpi
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    pijar
    SeleBuzz
    Mobilmo
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya