0
Thumbs Up
Thumbs Down

Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

okezone
okezone - Sat, 04 Dec 2021 07:12
Dilihat: 58
Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

NEW YORK - Bursa saham AS, Wall Street berakhir melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Nasdaq menjadi indeks dengan penurunan terbesar karena investor bertaruh bahwa laporan pekerjaan yang kuat tidak akan memperlambat penarikan dukungan Federal Reserve. Selain itu, ketidakpastian karena varian virus corona Omicron menjadi sentimen negatif pasar saham.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 59,71 poin atau 0,17% menjadi 34.580,08 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 38,67 poin atau 0,84% menjadi 4.538,43 poin. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 295,85 poin atau 1,92% menjadi 15.085,47 poin.

Indeks S&P, Dow dan Nasdaq semuanya mencatat penurunan selama seminggu di mana mereka berayun liar dari hari ke hari karena investor bereaksi terhadap berita Omicron dan komentar Powell.

Baca Juga: Wall Street Menguat, Dow Jones Naik 1,83% Didukung Saham Boeing

Untuk minggu ini, S&P jatuh 1,2 persen merupakan penurunan mingguan kedua berturut-turut, sementara Nasdaq anjlok 2,62 persen, juga kerugian minggu kedua berturut-turut. Sementara indeks Dow melemah 0,92 persen dalam penurunan mingguan keempat berturut-turut.

Setelah dibuka lebih tinggi, Wall Street menghabiskan sisa sesi dalam kelesuan dan indeks volatilitas yang meningkat menyoroti kecemasan investor.

Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan pertumbuhan pekerjaan nonpertanian naik lebih rendah dari yang diperkirakan pada November, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, terendah sejak Februari 2020, dan upah meningkat. Secara terpisah, ukuran aktivitas industri jasa AS mencapai rekor tertinggi pada November.

Baca Juga: Wall Street Anjlok Dibayangi Varian Baru Virus Covid-19

Kedua set data itu tampaknya mempengaruhi ekspektasi investor untuk langkah Fed selanjutnya menuju pengetatan kebijakannya. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan minggu ini bahwa bank sentral akan mempertimbangkan penghentian lebih cepat program pembelian obligasi, mendorong spekulasi bahwa kenaikan suku bunga juga akan dimajukan.

"Tidak cukup dalam laporan pekerjaan untuk menghalangi The Fed mempercepat tapering dan (itu) membuka pintu untuk kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada yang mungkin diantisipasi pasar," kata Kepala Strategi Interactive Brokers, Steve Sosnick, dikutip dari Antara, Sabtu (4/12/2021).


Selain itu, varian Omicron yang menyebar lebih cepat daripada Delta, menjadi kekhawatiran investor. Jumlah negara yang melaporkan kasus Omicron terus meningkat pada Jumat (3/12/2021) tetapi masih ada sedikit kejelasan tentang tingkat keparahan penyakit atau tingkat perlindungan yang diberikan oleh vaksin Covid-19 yang ada.

Sumber: okezone

Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

Data Pekerja AS Tak Mampu Angkat Wall Street

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya