0
Thumbs Up
Thumbs Down

Dalami Permufakatan Jahat, Kejakgung Periksa Djoko Tjandra

Republika Online
Republika Online - Thu, 24 Sep 2020 20:23
Dilihat: 33
Dalami Permufakatan Jahat, Kejakgung Periksa Djoko Tjandra

JAKARTA -- Jaksa penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung kembali memeriksa tersangka Djoko Soegiarto Tjandra, pada Kamis (24/9). Djoko Tjandra diperiksa terkait perkara dugaan korupsi permufakatan jahat memberikan pemberian atau janji (gratifikasi) kepada aparatur sipil negara terkait pengurusan fatwa untuk Djoko Soegiarto Tjandra ke Mahkamah Agung.

"Djoko Soegiarto Tjandra diperiksa sebagai tersangka sekaligus sebagai saksi pada hari ini," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di Jakarta.

Djoko Tjandra adalah sebagai pihak yang diduga memberikan gratifikasi kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang sekarang sudah berstatus menjadi terdakwa. Selain diperiksa sebagai tersangka, Djoko juga diperiksa sebagai saksi untuk perkara yang sama atas nama tersangka Andi Irfan Jaya.

Pemeriksaan terhadap Djoko dilakukan untuk mencari fakta hukum tentang perbuatan Djoko yang diduga telah memberikan gratifikasi kepada Jaksa Pinangki guna mengurus permohonan fatwa ke Mahkamah Agung. Hal itu dilakukan agar status terpidana Djoko dalam perkara cessie Bank Bali tidak dieksekusi oleh Jaksa.

"Juga untuk menggali tentang bagaimana teknis dan caranya serta maksud dan tujuan pemberian uang sebanyak 500 ribu dolar AS tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung telah menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Djoko Soegiarto Tjandra dan Andi Irfan Jaya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi atas penerimaan gratifikasi pegawai negeri terkait pengurusan fatwa untuk Djoko Tjandra ke Mahkamah Agung.

Dalam kasus ini, Pinangki diduga menerima hadiah atau janji sebesar 500 ribu dolar AS untuk uang muka pengurusan fatwa Mahkamah Agung terkait perkara cessie atau pengalihan hak tagih Bank Bali yang menjerat Djoko Tjandra. Uang itu diberikan oleh Djoko untuk Pinangki melalui perantara Andi Irfan Jaya.

Dari dana tersebut, sebesar 50 ribu dolar AS diberikan Pinangki kepada Anita Dewi Anggraeni Kolopaking sebagai pembayaran awal jasa penasihat hukum. Pinangki sendiri sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor dalam perkara dugaan korupsi dan pencucian uang untuk membantu pengurusan fatwa Djoko Soegiarto Tjandra.


Berita Terkait
  • Legislator Minta Kejagung Usut Klaster Politik Djoko Tjandra
  • MAKI Nilai Pasal Dakwaan Jaksa Pinangki Kurang Tepat
  • Namanya Ada di Dakwaan Pinangki, Jaksa Agung tak Peduli
Berita Lainnya
  • BI Institute Kerja Sama Riset Ekonomi Syariah dengan INCEIF
  • Manfaat Berjalan Kaki Bagi Kesehatan

Dalami Permufakatan Jahat, Kejakgung Periksa Djoko Tjandra

Dalami Permufakatan Jahat, Kejakgung Periksa Djoko Tjandra

Dalami Permufakatan Jahat, Kejakgung Periksa Djoko Tjandra

Dalami Permufakatan Jahat, Kejakgung Periksa Djoko Tjandra

Dalami Permufakatan Jahat, Kejakgung Periksa Djoko Tjandra

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya