0
Thumbs Up
Thumbs Down

Covid-19 Picu Kehilangan Memori-Brain Fog

Republika Online
Republika Online - Thu, 28 Oct 2021 03:55
Dilihat: 74
Covid-19 Picu Kehilangan Memori-Brain Fog

JAKARTA -- Studi terbaru menunjukkan bahwa kehilangan memori dan brain fog (kabut otak) bisa jadi merupakan efek samping jangka panjang Covid-19. Kesimpulan itu didapat para peneliti dari Mt. Sinai Health System, Amerika Serikat (AS) setelah melakukan analisis data terhadap 740 peserta.

Beberapa peserta telah tertular virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) dan sebagian sudah menerima vaksin Covid-19. Usia rata-rata pasien yang tidak memiliki riwayat demensia adalah 49. Sebanyak 63 persen di antaranya adalah perempuan.

Rata-rata waktu dari diagnosis Covid-19 adalah hampir delapan bulan dan mayoritas dari mereka yang diteliti adalah orang kulit putih. Untuk mengukur prevalensi gangguan kognitif pasca infeksi dan hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, tim menganalisis data pasien dari April 2020 hingga Mei 2021.

Pasien rawat jalan, unit gawat darurat, ataupun rawat inap melaporkan karakteristik demografis masing-masing. Fungsi kognitif diuji menggunakan ukuran neuropsikologis yang divalidasi dengan baik, termasuk menghitung maju dan mundur, tes bahasa, dan tes pembelajaran verbal.

Peneliti menunjukkan kepada pasien serangkaian kata dalam kategori berbeda sekaligus menguji berapa banyak yang bisa mereka ingat.

Selanjutnya, para peneliti menghitung frekuensi gangguan pada setiap ukuran. Mereka menggunakan regresi logistik untuk menilai hubungan antara gangguan kognitif dan tempat perawatan selama mengalami Covid-19, disesuaikan dengan ras, etnis, hingga kebiasaan merokok, indeks massa tubuh, komorbiditas, dan depresi.


Secara keseluruhan, ditemukan bahwa defisit kognitif yang paling menonjol adalah pada pengkodean memori dan ingatan, yang masing-masing muncul pada 24 persen dan 23 persen dari peserta. Selain itu, pasien rawat inap lebih cenderung memiliki gangguan perhatian, fungsi eksekutif, kefasihan bicara, pengkodean memori, dan daya ingat dibandingkan dengan kelompok yang melakukan rawat jalan.

Berita Terkait
  • Tes PCR ke Siswa dan Guru PTM di Bandung Bakal Diperluas
  • Empat Usaha Disegel, Sekda: Salah Sendiri Langgar PPKM
  • Dispendik Surabaya Tes Swab Siswa dan Guru yang Gelar PTM
Berita Lainnya
  • Sempat Top Global MLBB, Atlet Esports Ini Kini Fokus Bisnis
  • Kadin: Model Pembiayaan UMKM Perlu Sentuhan Digitalisasi

Covid-19 Picu Kehilangan Memori-Brain Fog

Covid-19 Picu Kehilangan Memori-Brain Fog

Covid-19 Picu Kehilangan Memori-Brain Fog

Covid-19 Picu Kehilangan Memori-Brain Fog

Covid-19 Picu Kehilangan Memori-Brain Fog

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya