0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cerita WNI yang Bertahan di Daegu, Kota Hantu di Korsel Akibat Virus Corona

Antvklik
Antvklik - Thu, 27 Feb 2020 10:31
Dilihat: 31

Daegu yang merupakan kota terbesar ke empat di Korea Selatan mendadak jadi kota hantu akibat virus corona. Begini cerita WNI yang bertahan di Daegu.

antvklik.com - Setelah ditetapkan jadi zona bencana khusus akibat virus corona, suasana di Daegu, Korea Selatan mendadak suram. Padahal Daegu dikenal merupakan kota terbesar keempat di negeri ginseng itu.

Tercatat, lebih dari 1.400 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Daegu. Salah satunya adalahj Desvinta Ayu, seorang mahasiswa pasca sarjana.

Ayu mengatakan sejak seminggu belakangan ia hanya diam di apartemennya, kecuali jika dia harus membeli makanan di supermarket.

"Kegiatannya dilakukan di rumah saja, nggak keluar. Nggak berani naik bus, naik subway, nggak mau pergi jauh-jauh," ujarnya.

Ia menambahkan sudah membeli stok makanan yang cukup untuk beberapa hari ke depan.Kegiatan perkuliahannya sendiri sedang libur musim dingin.

Namun, jadwal masuk kuliah para mahasiswa, yang harusnya jatuh di awal Maret telah ditunda hingga pertengahan Maret.

Suasana Kota Daegu yang lengang (Foto; CCTV)

Menurutnya, yang kini dilakukan adalah menghabiskan waktu dengan menonton drama Korea dan berkomunikasi dengan teman-temannya via ponsel.

"(Kami) sharing keadaan. Apa (teman-teman) sudah makan dan apa semua sehat? Kemudian kami saling update perkembangan di sini," katanya.

Meski demikian, Ayu menganggap, belum perlu evakuasi WNI dari Daegu.

"Kami merasa baik-baik saja sampai sejauh ini. Kayaknya tidak akan sampai evakuasi karena pemerintah Korea Selatan juga sangat baik untuk mengatasi virus ini," katanya lagi.

Pabrik Libur

Seorang WNI yang bekerja di pabrik tekstil di Daegu bernama Yudi Santoso, mengatakan, ia dan sebagian karyawan di perusahaannya, sudah diliburkan untuk dua minggu ke depan.

"Mungkin permintaan (barang) dari masyarakat berkurang, jadi produksi (pabriknya) agak berkurang. Jadi diliburkan untuk sementara," katanya.

Untuk sementara, Yudi menghabiskan waktunya di rumah atau di masjid tempat biasanya WNI berkumpul.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, mengatakan, sejumlah pabrik di Daegu saat ini tidak beroperasi normal.

"Karena supply chain-nya terganggu... Yang di Wuhan kan banyak pabrik-pabrik dari Korea, atau yang supply-nya berasal dari Korea, sehingga pabrik ada yang jalannya 50 persen, 70 persen, tidak full," katanya.

Umar mengatakan, status darurat atau red alert virus Corona di Korea Selatan mengharuskan suatu pabrik diliburkan jika terdapat satu karyawannya yang diduga terinfeksi virus corona.

Stasiun kereta bawah tanah di Daegu yang lengang (Foto; CCTV)

Belum Ada Rencana Lockdown

Menurut Umar, hingga kini belum ada rencana dari pemerintah Korea Selatan untuk melakukan

lockdown

atau penutupan akses di Daegu.

Sementara itu, kebijakan evakuasi ada di tangan pemerintah pusat Korsel.

"Semua skenario (evakuasi) sudah kita exercise (lakukan). Persiapan-persiapan kita jalankan terus. Namun, keputusan evakuasi ada di pemerintah pusat. Harus betul-betul dihitung apa kalau dievakuasi itu langkah paling baik, dan sebagainya," katanya.

Ditambahkan Umar, sejauh ini pemerintah Korea Selatan terlihat cepat dan sigap dalam upaya membendung penyebaran virus corona. Mereka telah mengetahui sumber penyebaran virus itu dan berusaha membendungnya.

Sebelumnya, orang-orang yang sakit hanya memeriksakan diri secara sukarela ke dokter, tapi kini pemeriksaan itu sifatnya wajib.

Meski angka orang yang terinfeksi virus corona diduga akan meningkat, Umar meminta WNI di Korea Selatan untuk tidak panik.

Ia mengimbau para WNI untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan juga menaati arahan otoritas setempat.

Khusus untuk WNI yang tinggal di Daegu, diminta menghindari tempat-tempat keramaian.

"(Diimbau) tidak kumpul-kumpul, di Daegu sudah sangat spesifik. Polisi di Daegu punya kewenangan untuk membubarkan (kumpulan orang)," katanya.

Umar mengatakan, pihak KBRI sudah mendirikan 'Satgas Waspada' yang berkomunikasi rutin dengan WNI terkait dengan kondisi mereka.

Antre panjang beli masker di Daegu (Foto: CCTV)

Sebelumnya, KBRI telah menyumbangkan ribuan masker untuk WNI di Daegu karena kelangkaan masker di kota itu.

Antrean panjang orang di apotek atau toko obat di kota tersebut jadi pemandangan biasa di kota tersebut belakangan ini.


BBC Indonesia

Sumber: Antvklik

Cerita WNI yang Bertahan di Daegu, Kota Hantu di Korsel Akibat Virus Corona

Cerita WNI yang Bertahan di Daegu, Kota Hantu di Korsel Akibat Virus Corona

Cerita WNI yang Bertahan di Daegu, Kota Hantu di Korsel Akibat Virus Corona

Cerita WNI yang Bertahan di Daegu, Kota Hantu di Korsel Akibat Virus Corona

Cerita WNI yang Bertahan di Daegu, Kota Hantu di Korsel Akibat Virus Corona

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya