0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cerita Pondok Pengayom Satwa tak Lagi Terima Kuburkan Hewan

Republika Online
Republika Online - Wed, 26 Jun 2019 05:02
Dilihat: 41
Cerita Pondok Pengayom Satwa tak Lagi Terima Kuburkan Hewan

JAKARTA -- Ratusan batu nisan berwarna putih dan hitam menghiasi taman makam di Pondok Pengayom Satwa, Jakarta, Ragunan, Pasar Minggu. Taman ini dinamakan Taman Makam Satwa. Banyak hewan anjing dan kucing dibiarkan berkeliaran di sekitar Pondok Pengayom Satwa termasuk Taman Makam Satwa.

Taman Makam Satwa ini bersebelahan dengan rumah kucing. Di depannya terdapat papan berwarna hijau dengan hiasan gambar bunga bertuliskan "Taman Makam Satwa".

Taman ini hanya terlihat rapih pada depannya saja sedangkan pada belakang makam terlihat tidak terawat. Rumput dibiarkan meninggi serta daun-daun kering menghiasi makam.

Banyak nisan pada makam tersebut berbentuk unik, seperti, bentuk kelinci, persegi, bulat, dan dihiasi foto hewan tersebut. Di nisan berbentuk persegi beberapa kalimat unik tertulis untuk hewan peliharaan yang sudah mati.

Dokter Hewan Pondok Pengayom Satwa, Hadi Wibowo, mengatakan Pondok Pengayom Satwa sudah berdiri sejak 1987. Selain ada taman makam satwa, ada juga klinik dan kremasi hewan. Namun, sejak dua tahun lalu ia tidak menerima lagi pemakaman hewan.

"Ya lahannya terbatas dan tidak akan diperluas lagi. Jadi, paling ditumpuk bagi yang punya pemakaman di sini. Kalau yang baru mau kuburin hewannya kami sudah tidak menerima," ucapnya kepada Republika di Pondok Pengayom Satwa, Selasa (25/6).

Walaupun tidak menerima pemakaman hewan lagi tetapi ia menerima untuk kremasi hewan yang sudah tidak bisa ditolong atau meninggal. Dengan ditimbang terlebih dahulu dan dibawa ke ruang kremasi.

"Kami ada ruang khusus kremasi. Untuk harganya dengan berat lima kilogram pertama Rp 170 ribu, lima kilogram berikutnya ditambah Rp 25 ribu. Nanti setelah dikremasi akan diambil abunya ditaruh di kendi," ucapnya.

Pondok Pengayom Satwa ada di bawah Departemen Pertanian. "Selain lahan terbatas, SDM (Sumber Daya Manusia) kami juga terbatas. Untuk penjaga kucing ada dua orang, penjaga anjing ada lima orang sisanya petuga kebersihan, taman, rekreasi, dan makam. Dokter di sini ada tiga," ucapnya.

Hadi menambahkan anjing dan kucing yang dipelihara di Pondok Pengayom Satwa ini rata-rata sudah tua. Sehingga jarang yang mengadopsi.

"Kalau adopsi pinginnya kan yang masih kecil. Dis ini juga masih banyak warga yang menitip hewan dan konsultasi di klinik. Walaupun banyak klinik hewan," ucapnya.

Petugas kremasi dan makam, Tukijo, mengatakan sudah tidak ada lagi yang menguburkan hewan yang sudah mati di taman makam satwa. Sebab, makam tersebut tidak cukup lagi menampung pemakaman hewan.

"Nah, sekarang kremasi saja. Banyak hewan dan kucing yang dikremasi. Ini saya lagi kremasi anjing golden beratnya sekitar 20 kilogram. Kalau anjing dikremasi selama 60 menit kalau kucing 30 menit," ucapnya sambil menyodok besi ke tempat pembakaran anjing tersebut.

Ia bekerja dari tahun 1992, selama sepuluh tahun ruangan kremasi begitu saja. Tidak pernah ada pembaharuan atau renovasi. Bahkan, ia sempat terkena abu anjing saat sedang kremasi.

"Pernah kan saya kecipratan, kayaknya bagian otak anjing itu meledak. Langsung kena ke wajah saya. Saya langsung cuci muka. Makanya ini saya tidak mau terlalu dekat," ucapnya.

Ruangan kremasi tersebut menghitam di seluruh temboknya. Jendela dan pintu terbuat dari besi. Di atasnya terdapat cerobong besi. Ruangan itu luasnya sekitar empat kali tiga meter. Terdapat tabung gas dan minyak tanah bahan pendukung untuk membakar hewan.

"Kadang selangnya suka bocor, saya pun langsung ganti. Kalau tidak cepat diganti bisa-bisa kebakaran. Makanya saya selalu tunggu sampai selesai. Di belakangnya saja masih kebun. Ini mah belum tertata rapih," ucapnya.


Berita Terkait
    Berita Lainnya
    • Restorasi Masjid Tua di Turki Berumur 7 Ratus Tahun Rampung
    • Hormati MU, Lukaku tak Memaksa Minta Dijual ke Inter

    Cerita Pondok Pengayom Satwa tak Lagi Terima Kuburkan Hewan

    Cerita Pondok Pengayom Satwa tak Lagi Terima Kuburkan Hewan

    Cerita Pondok Pengayom Satwa tak Lagi Terima Kuburkan Hewan

    Cerita Pondok Pengayom Satwa tak Lagi Terima Kuburkan Hewan

    Cerita Pondok Pengayom Satwa tak Lagi Terima Kuburkan Hewan

      
    PARTNER KAMI
    JPNN
    Republika Online
    LIPUTAN6
    okezone
    BBC
    bintang
    bola
    inilahcom
    Antvklik
    rumah123
    Rumah
    Love Indonesia
    CENTROONE
    wartaekonomi
    Voice of America
    Popular
    Gocekan
    Teqnoforia
    Angelsontrip
    Makanyuks
    telsetNews
    BisnisWisata
    Jakarta Kita
    Indonesia Raya News
    RajaMobil
    Mobil123
    Otospirit
    MakeMac
    Indotelko
    Inditourist
    TEKNOSAINS
    MotorExpertz
    Mobil WOW
    Oto
    Kpop Chart
    salamkorea
    slidegossip
    Hotabis
    INFOJAMBI
    Japanese STATION
    SeleBuzz
    Cintamobil
    Football5star
    Citra Indonesia
    OTORAI
    Sehatly
    Hetanews
    Inikata
    Nusabali
    Garduoto
    Beritakalimantan
    batampos
    covesia
    carmudi
    idnation
    inipasti
    teknorush
    winnetnews
    mediaapakabar
    carvaganza
    mediakepri
    kabarsurabaya