0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cerita Miliarder China Bangun Supermarket 'Uang' Digital Hingga Bernilai Rp3 Kuadriliun

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 30 Sep 2020 18:39
Dilihat: 110
Jakarta

Selain Alibaba, Jack Ma juga merupakan salah satu sosok pendiri bagi layanan pembayaran Ant Financial; pilar utama bagi Ant Group, raksasa keuangan yang nilainya lebih dari 200 miliar dolar AS (hampir Rp3 kuadriliun).

Saat Jack Ma baru meluncurkan Ant Financial, hanya sedikit orang yang menganggapnya akan berhasil. Namun kini, Ant Gorup tengah mempersiapkan penawaran umum yang mendapat perhatian tinggi di Hong Kong dan Shanghai.

"Ant Group benar-benar permata mahkota Jack Ma dan industri internet China," ujar Partner Umum Race Capital, Edith Yeung, seperti dikutip dariCNN Internasional, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Huawei Mau Saingi Tesla, Kerja Sama dengan Perusahaan Mobil Listrik China

Baca Juga: Hari Terakhir Pembagian Kuota Internet Tahap II September, Kok Masih Ada yang Belum Dapat?

Ant Group merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar danplatform daring terbesar di China. Aplikasi itu telah hadir di tiap aspek kehidupan finansial CHina; dari investasi, produk tabungan mikro, asuransi, skor kredit, hingga profil kencan.

Lantas, seperti apa kisah di balik berdirinya Ant Group?

Ant Group bermula dari proyek sampingan untuk mengurangi kerugian yang lahir di tahap awal munculnya industri belanja daring di China pada 2004; Alipay. Saat itu, hanya sedikit orang yang punya kartu debit/kredit, sedangkan pembeli dan penjual yang menggunakan Alibaba membutuhkan pembayaran yang mudah dan andal.

Ma menugaskan tim keuangan Alibaba untuk membuat Alipay. "Saat saya memulai Alipay, semua orang berkata, 'itu adalah model terbodoh yang pernah kami lihat, tak akan ada yang mau menggunakannya'."

Namun, komentar seperti itu tak menghentikan Ma dalam membuat Alipay. Hasilnya, kini Alipay punya 711 juta pengguna aktif bulanan, menangani pembayaran 118 triliun yuan hingga Juni 2020.

Aplikasi seluler Alipay meluncur pada 2009, kini, itu menyumbang lebih dari 55% untuk pasar pembayaran digital China dalam tiga bulan pertama 2020; sedangkan saingannya, WeChat Pay dan QQ menyumbang sekitar 40%, menurut data eMarketer.

Alipay menjadi entitas mandiri pada 2011, lalu menjadi bagian dari Ant Group pada 2014. Ekosistem Alipay dan Ant telah memungkinkan banyak individu dan pedadang UMKM meminjam uang, menerima pembayaran secara daring, serta memberdayakan ekonomi bagi diri mereka dan keluarga.

Kini, Ant memiliki akses ke ratusan juta data pengguna; hal yang berharga untuk mempelajari perilaku konsumen China.

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna


Foto: Reuters

Sumber: wartaekonomi

Cerita Miliarder China Bangun Supermarket 'Uang' Digital Hingga Bernilai Rp3 Kuadriliun

Cerita Miliarder China Bangun Supermarket 'Uang' Digital Hingga Bernilai Rp3 Kuadriliun

Cerita Miliarder China Bangun Supermarket 'Uang' Digital Hingga Bernilai Rp3 Kuadriliun

Cerita Miliarder China Bangun Supermarket 'Uang' Digital Hingga Bernilai Rp3 Kuadriliun

Cerita Miliarder China Bangun Supermarket 'Uang' Digital Hingga Bernilai Rp3 Kuadriliun

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya