0
Thumbs Up
Thumbs Down

Cegah Data Keliru, Bawaslu Tabanan Awasi Coklit

Nusabali
Nusabali - Sun, 02 Aug 2020 06:52
Dilihat: 48
Cegah Data Keliru, Bawaslu Tabanan Awasi Coklit
TABANAN,
Bawaslu Kabupaten Tabanan ikut mengawasi pencocokan dan penelitian (coklit) untuk Pilkada Tabanan 2020 pada 9 Desember mendatang, di Desa Delod Peken dan Desa Bongan, Kecamatan Tabanan pada Sabtu (1/8). Pengawasan coklit dilakukan bersama dengan jajaran KPU Tabanan langsung didampingi Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Gede Lidartawan. Proses coklit yang berlangsung sudah sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kordiv Pengawasan, Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, mengatakan tahapan coklit ini penting agar bisa memastikan daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Tabanan 2020 yang akuntabel dan valid. Sebab setiap hajatan pemilu, daftar pemilih selalu menjadi masalah. "Nah, agar tidak lagi terjadi permasalahan DPT Pilkada Tabanan 2020, maka coklit ini harus benar," kata Ketut Narta.

Kata dia, pengawasan coklit di Tabanan juga dihadiri oleh Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Gede Lidartawan, pengurus partai politik yang ada di Tabanan, dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tabanan.

"Kami tak mau kegiatan coklit dilakukan secara seremonial, jadi harus jelas dan terencana," tegas Ketut Narta.

Dalam kesempatan itu Ketut Narta meminta kepada KPU Tabanan agar memastikan 1.130 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan coklit turun ke lapangan. Hal itu untuk memastikan seluruh nama yang memenuhi syarat terdaftar sebagai pemilih dan yang tidak memenuhi syarat tidak dimasukkan ke daftar pemilih.

Termasuk pula diingatkan, pengurus partai politik yang ada di Tabanan juga menyampaikan ke konstituennya, jika ada yang belum dilakukan coklat diminta melaporkan ke Bawaslu Tabanan dan jajarannya di tingkat kecamatan dan desa. "Karena daftar pemilih kerap menjadi masalah setiap pelaksanaan pemilu, sehingga petugas PPDP wajib turun ke lapangan," kata Ketut Narta.

Ketut Narta juga menekankan, pengawas desa harus serius mengawasi proses coklit. Termasuk kepada Disdukcapil Tabanan dalam pelayanan online pembuatan KTP elektronik untuk pemilih pemula yang sudah berumur 17 tahun. Karena temuan Bawaslu Tabanan, warga yang mendaftar pembuatan KTP elektronik responsnya lambat dan bahkan ada yang menunggu perekaman KTP elektronik sampai satu hingga dua bulan. "Semua instansi terkait harus jeli dalam pendataan agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari," ucapnya. *des
Sumber: Nusabali

Cegah Data Keliru, Bawaslu Tabanan Awasi Coklit

Cegah Data Keliru, Bawaslu Tabanan Awasi Coklit

Cegah Data Keliru, Bawaslu Tabanan Awasi Coklit

Cegah Data Keliru, Bawaslu Tabanan Awasi Coklit

Cegah Data Keliru, Bawaslu Tabanan Awasi Coklit

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya