0
Thumbs Up
Thumbs Down

Catat! Perlindungan Konsumen saat Pandemi Covid-19 Lemah

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 06 Apr 2020 20:15
Dilihat: 23
Jakarta

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Ira Aprilianti, mengatakan bahwa perlindungan konsumen saat meluasnya pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) lemah.

Lemahnya perlindungan konsumen dapat dilihat dari, salah satunya, melonjaknya harga barang penting yang akhirnya menyebabkan terjadinya panic buying. Pada masa pandemi saat ini, komoditas pangan, masker, hand sanitizer, dan obat-obatan termasuk ke dalam barang penting.

Baca Juga: Corona Mengganas, CIPS Minta Pemerintah Utamakan Ketersediaan dan Akses Terhadap Kebutuhan Pokok

"Menyikapi kondisi ini, pemerintah idealnya perlu fokus pada kebijakan yang mengutamakan ketersediaan barang di pasar dan mengutamakan kelancaran arus barang dan juga kelancaran proses distribusinya. Hal ini penting terutama untuk mereka yang paling terdampak oleh krisis ini," jelasnya di Jakarta, Senin (6/4/2020).

Ira menyatakan, pandemi Covid-19 paling merugikan masyarakat kalangan bawah. Hal ini juga dapat dilihat dari data harga pangan, contohnya beras. Sejak 31 Desember 2019, tidak ada perubahan harga di pasar modern pada beras kualitas bawah II maupun super I, yang masing-masing masih Rp15.650 dan Rp20.750 (per tanggal 06/04/2020).

Namun, ada kenaikan harga cukup signifikan di pasar tradisional. Sejak 31 Desember ke hari ini, Beras Kualitas Bawah II naik 6,51%, sedangkan Beras Kualitas Super I naik 5,50%. "Hal ini menunjukkan konsumen pasar tradisional, terutama yang mengonsumsi barang inferior, Beras Kualitas Bawah II, lebih rentan terhadap perubahan harga," tegasnya.

Ira menambahkan bahwa konsumen Indonesia memang belum melek dan belum memahami hak-haknya sebagai konsumen. Indeks Keberdayaan Konsumen (IKK) pada 2018 adalah 40,41. Angka ini mencerminkan konsumen hanya tahu akan hak dan kewajibannya, tetapi belum mampu untuk menggunakan dan memperjuangkan hak-haknya.

Rendahnya IKK disebabkan oleh beberapa hal, seperti rendahnya pemahaman tentang regulasi yang menjelaskan hak dan kewajiban konsumen, rendahnya pemahaman tentang institusi perlindungan konsumen, perilaku pembelian yang kurang cermat, dan keengganan konsumen untuk menyampaikan komplain.

"Dengan adanya pandemi Covid-19, pemerintah telah memetakan penurunan signifikan terhadap target pertumbuhan PDB pada 2020. Ini sangat dimungkinkan dengan melemahnya konsumsi Indonesia di tengah pandemi ini, yang sebagian diakibatkan oleh naiknya harga barang-barang di pasar. Kenaikan harga-harga, terutama pada barang penting, tentu saja menekan pendapatan riil masyarakat," pungkasnya.

Penulis: ***

Editor: Puri Mei Setyaningrum


Foto: Aprillio Akbar

Sumber: wartaekonomi

Catat! Perlindungan Konsumen saat Pandemi Covid-19 Lemah

Catat! Perlindungan Konsumen saat Pandemi Covid-19 Lemah

Catat! Perlindungan Konsumen saat Pandemi Covid-19 Lemah

Catat! Perlindungan Konsumen saat Pandemi Covid-19 Lemah

Catat! Perlindungan Konsumen saat Pandemi Covid-19 Lemah

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya