0
Thumbs Up
Thumbs Down

Carlos Alberto Torres: Kapten Abadi yang Tak Pernah Main di Eropa

Football5star
Football5star - Thu, 28 May 2020 14:43
Dilihat: 42

Football5star.com, Indonesia - Benua Eropa bisa dibilang sebagai tempat pembuktian kehebatan seorang pemain. Hampir semua pesepak bola bermimpi untuk berkarier di sana.

Sudah tak terhitung jumlahnya pemain-pemain yang berasal dari Afrika, Amerika, dan Asia, mengadu nasib di Eropa. Sempat pula muncul ungkapan bahwa karier seorang pemain takkan mencapai level tertinggi ketika belum menginjakkan benua biru.

Kenyataannya, tidak semua pemain ingin membuktikan diri di Eropa. Dan hebatnya, mereka masih mampu menjadi yang terbaik di dunia walau hanya bermain di negaranya sendiri.

@SantosFC

Satu dari sedikit pemain yang seperti itu adalah Carlos Alberto Torres. Sekilas, namanya memang cukup asing. Jika ditanya tentang Brasil, orang-orang tentu akan lebih mengenal sosok Pele, Zico, Garincha, Socrates, atau Ronaldo.

Walau begitu, jangan pernah menyepelekan Carlos Alberto Torres. Dia adalah kapten Brasil saat memenangi Piala Dunia 1970. Ya, dia mengkapteni legenda terbesar Selecao, Pele.

Tak Pernah Tertarik ke Eropa

Carlos Alberto pernah mengaku tidak ingin bermain di Eropa. Alasannya cukup sederhana saat itu. Dia tidak ingin meninggalkan keluarganya.

Padahal cukup banyak klub-klub Eropa yang ingin meminangnya. Tercatat Barcelona, AC Milan, hingga Valencia pernah mendekatinya. Tapi sang bek tetap pada pendiriannya.

"Saya selalu ingin dekat dengan keluarga. Mereka yang selalu menguatkan saya dan saya tidak ingin kecewa di kemudian hari dengan pergi menyeberang benua," kata Carlos Alberto seperti dilansir Roda Viva.

Keluarga ternyata bukan satu-satunya alasan Carlos Alberto untuk menetap di Brasil. Dia melihat bahwa sepak bola sebagai pelarian masyarakat Brasil yang hidup di bawah ketakutan.

Sebagai informasi, Brasil pada era 60-an hingga 80-an dipimpin oleh junta militer. Salah satu presiden yang dikenal sadis adalah Garrastazu Medici yang memimpin dari 1964 hingga 1974.

Di balik ketakutan masyarakat, sepak bola hadir membawa harapan dan kesenangan. Dari sepak bola pula masyarakat memupuk harapan untuk terus hidup bahagia.

@CBF_Futebol

Kediktatoran Garrastazu Medici tidak hanya dirasakan rakyatnya saja. Timnas Brasil juga terkena imbas karena minimnya dukungan untuk Selecao.

" Sepak bola adalah obat penghilang rasa sakit rakyat, tempat pelarian, dan agama di Brasil.Pada tahun 1970 kami hidup dalam rezim militer, tetapi kami tidak ada hubungannya dengan itu.Kami memainkan peran kami. Dan mereka tidak pernah membantu juara dunia," ungkap Carlos Alberto Torres seperti dilansir Mensagencomamor.

Walau lebih banyak menghabiskan waktu di negaranya, sang bek tidak seperti Pele yang hanya bermain untuk Santos. Ia pernah memperkuat beberapa klub besar di sana seperti Fluminense dan Flamengo.

Usia yang kian senja akhirnya membawa Carlos Alberto mengikuti jejak kawan karibnya, Pele, ke Amerika Serikat dan memperkuat dua tim, New York Cosmos serta California Surf.

Gol Indah dan Persahabatannya dengan Pele

Salah satu momen yang paling diingat mengenai Carlos Alberto Torres adalah gol indahnya di final Piala Dunia 1970. Final di Meksiko kala itu mempertemukan Brasil dengan Italia.

Tim Samba terlalu kuat dan melumat Gli Azzurri 4-1. Salah satu gol tercipta lewat dentuman keras pemain yang berposisi sebagai bek kanan.

Marca

Carlos Alberto berkisah soal gol yang melibatkan sembilan pemain. Ia mengaku tergerak untuk maju karena melihat tidak ada pemain yang masuk ke kotak penalti lawan. Sementara itu, Pele yang berada di tengah kesulitan memberi umpan karena tidak ada rekan yang siap menerimnya.

Ia kemudian lari ke sisi kanan Pele. Melihat kaptennya lari, sang legenda pun melepaskan umpan matang. Dan tanpa pikir panjang, Carlos Alberto melakukan tendangan keras ke sudut kanan gawang.

"Tidak ada pemain yang maju ketika itu, termasuk para bek. Saya akan terus mengingat gol tersebut. Kami sudah tahu sebelum pertandingan gol itu akan tercipta karena kami tahu bagaimana Italia bermain. Mereka bermain orang perorang di lini tengah. Mereka selalu mengikuti striker kami," ungkapnya kepada AFP.

"kami baru menyadari betapa cantiknya gol itu setelah pertandingan berakhir. Gol itu sangat luar biasa. Sampai sekarang saya mengakui betapa indah dan pentingnya gol itu dan semua orang masih membicarakannya," ia menambahkan.

Kerja sama Pele dengan Carlos Alberto ketika itu kian menegaskan hubungan mereka yang begitu erat. Mereka tidak hanya rekan di lapangan, tapi juga sahabat di luar lapangan.

Hubungan keduanya terjalin saat pemain berjuluk Capita, atau kapten abadi, memperkuat Santos 1966 silam. Ia kerap menghabiskan waktunya bersama Pele yang merupakan jebolan akademi Santos.

RCN Radio

"Pele adalah cerminan bagi kami semua, baik di klub maupun tim nasional. Tapi bagi saya, dia lebih dari itu. Kami menghabiskan waktu bersama hanya untuk sekadar bercanda," katanya.

Sosok Pele pula yang membawa legenda kelahiran Rio de Janeiro terbang ke Amerika Serikat untuk memperkuat New York Cosmos pada 1977. Mereka yang sempat berpisah setelah Carlos Alberto kembali ke Fluminense dan memperkuat Flamengo akhirnya disatukan klub metropolitan Amerika Serikat.

Carlos Alberto Torres menghabiskan waktu lima tahun di Amerika Serikat dan memutuskan pensiun di sana. Usai pensiun, ia sempat melatih beberapa tim seperti Flamengo, timnas Oman, dan Azerbaijan.

Tapi kariernya tidak terlalu mulus hingga membuat dia meninggalkan dunia sepak bola dan menetap di Amerika Serikat. Dan pada 2016 lalu, sang kapten abadi itu pergi ke keabadiannya. Ia meninggal Oktober 2016 karena serangan jantung.


The post Carlos Alberto Torres: Kapten Abadi yang Tak Pernah Main di Eropa appeared first on Berita Bola Terupdate, Live Score, Jadwal & Klasemen - Football5star.com.

Sumber: Football5star

Carlos Alberto Torres: Kapten Abadi yang Tak Pernah Main di Eropa

Carlos Alberto Torres: Kapten Abadi yang Tak Pernah Main di Eropa

Carlos Alberto Torres: Kapten Abadi yang Tak Pernah Main di Eropa

Carlos Alberto Torres: Kapten Abadi yang Tak Pernah Main di Eropa

Carlos Alberto Torres: Kapten Abadi yang Tak Pernah Main di Eropa

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya