0
Thumbs Up
Thumbs Down

BW BPN Masih Saja Ributkan Kapasitas Saksi Prof Eddy Hiariej

wartaekonomi
wartaekonomi - Tue, 25 Jun 2019 22:29
Dilihat: 71
Jakarta

Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menilai Mahkamah Konstitusi (MK) dalam mengambil keputusan terkait sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU), harus berlandaskan pada nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Baca Juga: Pembacaan Putusan PHPU Dipercepat, BPN Tak Berburuk Sangka

Tim Hukum Prabowo-Sandi, berharap MK mempertegas kemuliaannya melalui putusannya pada Kamis (27/6).

Ketua Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto menilai MK harus menegakkan kebenaran dan keadilan secara utuh, kalau tidak, maka keputusan MK akan kehilangan legitimasi, karena tidak ada kepercayaan publik di dalamnya.

Akibatnya menurut dia, lebih jauh bukan hanya tidak ada kepercayaan publik namun juga tidak akan ada "public endorsement" pada pemerintahan yang akan berjalan.

Dia menilai, satu saja unsur yang menjadi landasan atau rujukan keputusan MK mengandung unsur kebohongan terkait integritas dan kesalahan terkait profesionalitas misalnya dengan mempertimbangkan kesaksian ahli Eddy Hiariej yang memberikan labelling buruk sebagai penjahat kemanusiaan kepada Le Duc Tho padahal Le Duc Tho adalah Nobel Prize for Peace pada tahun 1973 meski dia akhirnya menolaknya, maka keputusan MK menjadi invalid.

"Kesaksian Prof. Jazwar Koto, PhD (saksi ahli 02) dalam persidangan tentang adanya angka penggelembungan 22 juta yang dia jelaskan secara saintifik berdasarkan digital forensic sama sekali tidak dideligitimasi oleh Termohon/KPU maupun Terkait/Paslon 01," ujarnya.

Tim Hukum BPN menilai yang dipersoalkan terhadap Jazwar Koto hanyalah soal sertifikat keahlian, padahal dia telah menulis 20 buku, 200 jurnal internasional, pemegang hak paten, penemu dan pemberi sertifikat finger print dan eye print, serta menjadi Direktur IT di sebuah perusahaan yang disegani di Jepang.

Penulis: Redaksi

Editor: Ferry Hidayat


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

BW BPN Masih Saja Ributkan Kapasitas Saksi Prof Eddy Hiariej

BW BPN Masih Saja Ributkan Kapasitas Saksi Prof Eddy Hiariej

BW BPN Masih Saja Ributkan Kapasitas Saksi Prof Eddy Hiariej

BW BPN Masih Saja Ributkan Kapasitas Saksi Prof Eddy Hiariej

BW BPN Masih Saja Ributkan Kapasitas Saksi Prof Eddy Hiariej

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya