0
Thumbs Up
Thumbs Down

BUSET!! Indonesia dan Malaysia Bisa Perang Cuma Gara-Gara...

wartaekonomi
wartaekonomi - Sun, 17 Nov 2019 02:08
Dilihat: 48
Jakarta

Direktur Topografi Angkatan Darat Brigjen Asep Edi Rosidin mengatakan batas negara Indonesia dan Malaysia masih menjadi pekerjaan rumah untuk pemerintahan. Sebab, ia menilai dua negara ini pernah mengalami ketidakharmonisan akibat batas negara, yang akhirnya membuat Indonesia harus merelakan wilayahnya.

Ia pun mengingatkan pemerintah Indonesia dan Malaysia agar tidak berlarut-larut dalam menyelesaikan negosiasi batas negara ini. Menurutnya, peringatan ia berikan karena negosiasi yang tak segera diselesaikan bisa memicu masalah.

"Kepastian hukum batas negara juga tidak ada. Ujung- ujungnya kalau nanti intensitas ketegangan semakin meningkat tidak menutup kemungkinan akan terjadi yang lebih parah lagi, seperti yang dulu, konfrontasi dan lain lain, terjadinya perang antar negara bertetangga," katanya kepada wartawan, saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11).

Baca Juga: Thailand Dibungkam Malaysia, Pelatih Vietnam: Mereka Bukan Tim Lemah

Baca Juga: Tingkatkan Ekspor, Kemendag Fokus Kembangkan Kawasan Perbatasan

Lanjutnya, urusan sengketa bisa dibawa ke Mahkamah Internasional. Indonesia pernah kalah dalam sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan pada 2002 di jalur Mahkamah Internasional. Sehingga hasil pahit itu adalah Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Kerajaan Malaysia.

"Kalau tidak selesai penyelesaian akan dibawa ke Mahkamah Internasional, di mana kalau di situ keputusan bukan di tangan kita tapi di tangan mereka (Mahkamah Internasional). Itu tidak bagus," cetusnya.

Kemudian, terjadi hambatan pembangunan di wilayah batas negara. "Kalau dibiarkan tidak selesai berlarut-larut itu akan menimbulkan ketegangan. Di situ akan menimbulkan persaingan tidak sehat. kemudian pembangunan akan terkendala," katanya lagi.

Sambungnya. "Jadi masalah telah didiskusikan selama 10 kali. Dengan diskusi intensif itu kesepakatan itu bisa dirasionalisasi dan batas bisa didefinisikan yang disepakati oleh kedua belah pihak," cetusnya.

Ia mengatakan saat ini Indonesia dan Malaysia telah memiliki pemahaman yang sama soal batas negara. Pemahaman mengacu pada peta perbatasan yang telah disepakati sejak zaman penjajahan Belanda-Inggris, konvensi 1891, perjanjian 1915, dan perjanjian 1928.

Penulis: Redaksi

Editor: Vicky Fadil


Foto: Sufri Yuliardi

Sumber: wartaekonomi

BUSET!! Indonesia dan Malaysia Bisa Perang Cuma Gara-Gara...

BUSET!! Indonesia dan Malaysia Bisa Perang Cuma Gara-Gara...

BUSET!! Indonesia dan Malaysia Bisa Perang Cuma Gara-Gara...

BUSET!! Indonesia dan Malaysia Bisa Perang Cuma Gara-Gara...

BUSET!! Indonesia dan Malaysia Bisa Perang Cuma Gara-Gara...

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya