0
Thumbs Up
Thumbs Down

Buru Veronica Koman, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif

Republika Online
Republika Online - Fri, 13 Sep 2019 18:20
Dilihat: 22
Buru Veronica Koman, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif

SURABAYA -- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan mengaku, pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif agar Veronica Koman mau memenuhi penggilan pemeriksaan kedua sebagai tersangka. Veronica merupakan salah satu tersangka dalam insiden di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan nomor 10, Surabaya, pada 16 Agustus 2019.

"Kami sudah melakukan pendekatan secara persuasif. Tiga kali mendatangkan penyidik ke rumah orang tuanya. Kemarin Wakapolda (Jatim) juga sudah ke Konjen Australia di Surabaya. Karena suaminya warga negara Australia," kata Luki ditemui di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (13/9).

Namun demikian, Luki mengungkapkan, hingga saat ini, belum ada respon dari pihak Veronica terkait surat panggilan pemeriksaan kedua yang dilayangkan Polda Jatim. Padahal sejatinya, Veronica diperiksa sebagai tersangka pada 13 September 2019. Namun, polisi memberi toleransi hingga 18 September 2019.

"Sama sekali tidak ada komunikasi. Kami hanya mengikuti melalui media sosial. Padahal kami berharap yang bersangkutan bisa komunikasi. Kalau tidak puas ada proses hukum yang bisa dilakukan. Apalagi dia sekolahnya sekolah hukum," ujar Luki.

Luki melanjutkan, jika pada batas akhir yang ditentukan, tepatnya pada 18 September 2019 Veronica tetap tidak memenuhi panggilan, maka akan dikeluarkan DPO bagi yang bersangkutan. Setelah itu, kata Luki, pihaknya baru akan mengeluarkan red notice, yang akan digelar di Prancis, untuk disebar ke 190 negara yang telah bekerja sama.

Sebelumnya Kepolisian Daerah Jawa Timur menetapkan Veronica Koman (VK) sebagai tersangka dalam insiden di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan nomor 10, Surabaya, pada 16 Agustus 2019. Tersangka VK disebut-sebut sangat aktif menyebarkan hoaks dan provokasi di media sosial Twitternya.

Tersangka VK memang sangat aktif terlibat dalam aksi-aksi yang melibatkan mahasiswa Papua di Jawa Timur. Tidak saja pada aksi yang terjadi pada 16 Agustus 2019, tapi juga aksi-aksi sebelumnya. Bahkan, kata Luki, tersangka VK pernah membawa dua jurnalis asing untuk meliputa aksi mahasiswa Papua pada Desember 2018.


Atas perbuatannya tersebut, tersangka VK diancam pasal berlapis. Di antaranya pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang UU ITE. Kemudian Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 14 ayat (1) dan atau ayat (2) dan atau Pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 tentang Peratutan Hukum Pidana, serta Undang undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Berita Terkait
  • Polisi: Ada Transaksi tak Wajar di Rekening Veronica Koman
  • Ombudsman Pelajari Kerugian Akibat Blokir Internet di Papua
  • Polisi Papua Tangkap Pengurus ULMWP dan KNPB
Berita Lainnya
  • Bentrok TNI dan Warga, Belasan Terluka
  • Presiden Ketiga BJ Habibie Meninggal Dunia

Buru Veronica Koman, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif

Buru Veronica Koman, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif

Buru Veronica Koman, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif

Buru Veronica Koman, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif

Buru Veronica Koman, Polisi Lakukan Pendekatan Persuasif

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya