0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bulog Tanjungpinang: 500 Ton Beras Tak Layak Dikonsumsi Hewan, Apalagi Manusia

covesia
covesia - Sat, 07 Dec 2019 19:26
Dilihat: 41
Bulog Tanjungpinang: 500 Ton Beras Tak Layak Dikonsumsi Hewan, Apalagi Manusia

Covesia.com - Tersimpan lebih dari empat bulan, sebanyak 500 ton beras Bulog di Subdivre Tanjungpinang, Kepulauan Riau, dinyatakan tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Bulog Tanjungpinang pun masih menunggu instruksi pusat terkait tindakan yang akan dilakukan.

Kepala Bulog Subdivre Tanjungpinang, Edison mengatakan, beras turun mutu tersebut masih tersimpan di gudang Bulog, sambil menunggu instruksi pusat apakah dimusnahkan atau dijual ke industri pengolahan.

"Kebijakannya ada di pusat, kami masih menunggu. Intinya tak layak konsumsi lagi oleh manusia maupun hewan," kata Edison di Tanjungpinang, Sabtu (7/12/2019).

Kendati demikian, kata dia, saat ini gudang Bulog Tanjungpinang masih menyimpan 2.500 ton beras layak konsumsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lima kabupaten/kota se Kepri.

Lima wilayah itu berada di bawah kendali Bulog Subdivre Tanjungpinang, antara lain Kabupaten Bintan, Kabupaten Anambas, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang.

Cadangan beras tersebut, lanjut Edison, akan mampu bertahan selama empat hingga lima bulan ke depan.

"Sebulan kebutuhan beras untuk lima wilayah Bulog Subdivre Tanjungpinang sekitar 500 ton," sebut Edison.

Sementara secara nasional, Dirut Perum Bulog, Budi Waseso menyebutkan bahwa setidaknya ada 20.000 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang sudah dinyatakan rusak atau turun mutu, setelah melalui pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan Badan POM dan Kementerian Pertanian.

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), disebutkan bahwa CBP harus dilakukan disposal (pembuangan) apabila telah melampaui batas waktu simpan paling sedikit empat bulan atau berpotensi dan atau mengalami penurunan mutu.

"Beras tersebut sebenarnya masih memiliki manfaat dengan melakukan pengolahan, penukaran, penjualan di bawah HET, serta dihibahkan untuk bantuan kemanusiaan," kata Buwas.

Mantan Kepala BNN itu pun membeberkan sejumlah skema untuk disposal beras CBP, antara lain diolah kembali menjadi tepung beras, pakan ayam, hingga menjadi bahan lainnya yang tidak bisa dikonsumsi lagi, yakni menjadi etanol.


(Antara)

Sumber: covesia

Bulog Tanjungpinang: 500 Ton Beras Tak Layak Dikonsumsi Hewan, Apalagi Manusia

Bulog Tanjungpinang: 500 Ton Beras Tak Layak Dikonsumsi Hewan, Apalagi Manusia

Bulog Tanjungpinang: 500 Ton Beras Tak Layak Dikonsumsi Hewan, Apalagi Manusia

Bulog Tanjungpinang: 500 Ton Beras Tak Layak Dikonsumsi Hewan, Apalagi Manusia

Bulog Tanjungpinang: 500 Ton Beras Tak Layak Dikonsumsi Hewan, Apalagi Manusia

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya