0
Thumbs Up
Thumbs Down

BPTJ Pertimbangkan Ganjil Genap Diberlakukan di Puncak

Republika Online
Republika Online - Fri, 01 Nov 2019 08:17
Dilihat: 43
BPTJ Pertimbangkan Ganjil Genap Diberlakukan di Puncak

BOGOR -- Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan mempertimbangkan ganjil genap untuk diterapkan di Puncak, Kabupaten Bogor. Sekretaris BPTJ Hindro Surahmat menjelaskan, bermacam cara dapat diuji coba untuk mengurai kemacetan di Puncak.

Hindro menuturkan, untuk mengurangi kemacetan di Puncak tak cukup dengan hanya penerapan sistem 2-1. Sehingga, dia menuturkan masih membuka konsep lain agar mengurai kemacetan termasuk ganjil-genap seperti yang diberlakukan di DKI Jakarta.

"Jadi konsep kita tidak hanya 2-1 saja. Inilah konsep pemikiran awal seperti itu," kata Hindro di Ruang Rapat Bupati Bogor, Kabupaten Bogor, Kamis (31/10).

Meskipun demikian, Hindro menyatakan masih memprioritaskan sistem 2-1. Menurutnya, sejumlah kekurangan yang masih dirasakan pada uji coba sistem 2-1 yang diberlakukan dari Simpang Gadog hingga Taman Safari Indonesia (TSI) pada 27 September 2019 lalu.

Dia menyebut, sejumlah kekurangan pada uji coba yang pertama. Karena itu, kekurangan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama untuk menyiapkan sistem 2-1 agar lebih matang.

"Bahwa pada ruas-ruas jalan tertentu itu masih ada hambatan samping yang cukup signifikan yang harus dibenahi," ujarnya.

Selanjutnya, Hindro menyatakan, sisi jalan di Jalur Puncak masih terdapat pedagang kaki lima (PKL). Misalnya, PKL yang memadati trotoar sebelum TSI. Kemudian, terdapat sejumlah tiang listrik yang masih berada di pinggir jalan yang akan dilebarkan.

"Ada temuan lain juga, ternyata pada saat dilakukan uji coba kemarin, ternyata ada peningkatan kapasitas atau peningkatan volume lalin sekitar 5% dan itu perlu diantisipasi ke depannya," jelasnya.

Karena itu, dia menjelaskan, semua pihak yang terlibat telah sepakat untuk menangguhkan sementara uji coba sistem 2-1 yang rencananya akan dilaksanakan pada 3 November 2019. Dia memperkirakan, uji coba kedua akan dilakukan pada akhir November atau Awal Desember 2019.

"Sampai kita yakin bahwa persoalan-persoalan yang kita temukan itu bisa selesaikan," ujarnya.

Untuk sementara, dia memaparkan, jalur puncak akan kembali menerapkan sistem one way atau satu jalur. Selain itu, dia berharap, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dapat segera merampungkan pelebaran jalan di Puncak.


"Tanggal 5 Desember pelebaran jalan ditargetkan selesai. Harapannya Kementrian PU dapat lebih cepat menyelesaikan sebelum itu," katanya.

Berita Terkait
  • Pemerintah Cari Jalan Terbaik Soal Pemekaran Papua
  • Jimly: Pemekaran Papua Harus dengan UU
  • Polres Bogor Sebut Uji Coba 2-1 di Puncak Ditunda
Berita Lainnya
  • Viola Davis Ikut Tanggapi Martin Scorsese
  • Dompet Dhuafa Ajak Sumbang Sepatu Layak Pakai di EJM 2019

BPTJ Pertimbangkan Ganjil Genap Diberlakukan di Puncak

BPTJ Pertimbangkan Ganjil Genap Diberlakukan di Puncak

BPTJ Pertimbangkan Ganjil Genap Diberlakukan di Puncak

BPTJ Pertimbangkan Ganjil Genap Diberlakukan di Puncak

BPTJ Pertimbangkan Ganjil Genap Diberlakukan di Puncak

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya