0
Thumbs Up
Thumbs Down

BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

inilahcom
inilahcom - Mon, 26 Aug 2019 02:09
Dilihat: 35
BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

Jakarta - Menko Kearitiman Luhut B Pandjaitan menerangkan, belum ada kerja sama yang disepakati antara perusahaan asuransi asal China, Ping An Insurance dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bentuk bantuannya masih sebatas saran untuk mengatasi defisit keuangan BPJS Kesehatan. "Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efisiensi bisnis mereka. Perusahaan publik ini memelopori sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China," kata Luhut dalam siaran pers kepada media di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Menurut pihak Ping An, layanan ini telah dimanfaatkan lebih dari 403 juta orang. Pada pembicaraan tersebut, pihak Ping An menyampaikan sejumlah saran yang bisa dilakukan BPJS untuk mengatasi defisit keuangan yang diperkirakan mencapai Rp28,4 triliun.

Penjelasan Luhut ini merupakan jawaban atas kekhawatiran beberapa pihak, sehubungan pertemuannya dengan salah satu pemimpin Ping An Insurance di salah satu acara saat kunjungannya ke China pada bulan lalu.

Menurut Luhut, saat itu dia menyarankan agar pihak Ping An bertemu langsung dengan BPJS Kesehatan untuk membicarakan segala hal yang bisa diterapkan, atau ditingkatkan untuk efisiensi. Atau bahkan memperkecil defisit BPJS Kesehatan yang jumlah pesertanya lebih dari 222 juta orang.


Luhut berharap, perusahaan ini bersedia berbagi pengalaman mereka yang telah sukses mengelola asuransi kesehatan bagi peserta yang jumlahnya lebih banyak dari peserta BPJS. "Saya memahami benar bahwa BPJS Kesehatan tidak masuk dalam lingkup bidang kerjan. Dari pertemuan tersebut, saya berharap Ping An bisa memberi masukan atau sumbang saran," paparnya.

Grup Ping An mengelola jasa keuangan pada tiga divisi yaitu asuransi, investasi dan perbankan dengan aset mencapai US$1,3 triliun. Divisi asuransinya, Ping An Insurance adalah perusahaan asuransi terbesar di China dengan kapitalisasi pasar sebesar US$230 miliar. Sebagai tindak lanjut, pekan ini Menko Luhut akan bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris.

Masih kata Luhut, menurut Fachmi yang mungkin bisa dilakukan untuk meningkatkan kolektabilitas adalah melalui tindakan hukum, yaitu kepatuhan membayar iuran menjadi syarat bagi masyarakat memperoleh layanan publik.

"Dengan melakukan sinkronisasi data misalnya jika ada orang yang ingin mendapat layanan publik seperti pembuatan SIM atau Paspor, akan dicek dulu apakah ia mempunyai tunggakan pembayaran BPJS. Jika masih ada tunggakan maka mereka akan diminta untuk melunasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses di layanan publik tersebut. Itu hanya salah satu contoh," katanya.

Dari pertemuan tersebut, Luhut berkesimpulan, iuran BPJS saat ini, masih terlalu rendah, Bagi peserta yang berpenghasilan lebih besar, seharusnya tidak sama dengan iuran masyarakat berpenghasilan Upah Minimum Regional (UMR). [tar]

Sumber: inilahcom

BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya