0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bos Garuda Keluhkan Tes PCR Lebih Mahal Ketimbang Harga Tiketnya

wartaekonomi
wartaekonomi - Wed, 03 Jun 2020 00:00
Dilihat: 53
Jakarta

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengeluhkan tes Polymerase chain reaction (PCR) lebih mahal ketimbang tiket pesawat.

"PCR test yang 2,5 juta dan beberapa sudah menurunkan harganya, itu lebih mahal daripada biaya bepergian khususnya lokasi yang berdekatan, seperti Jakarta-Surabaya. Jadi, apalagi kalau bepergian tujuh hari yang berarti harus PCR dua kali dan bianya harus Rp5 juta sementara perjalanan bolak balik hanya Rp1,5 juta," kata Irfan dalam webinar yang bertajuk "Kolaborasi Merespon Dampak Pandemi COVID-19 dan Strategi Recovery pada Tatanan Kehidupan Normal Baru di Sektor Transportasi" di Jakarta, Selasa.

Baca Juga: Pendapatan Garuda Rontok sampai 90 Persen!

Pasalnya, surat keterangan bebas COVID-19 yang dibuktikan tes PCR merupakan syarat wajib bagi calon penumpang untuk bisa melakukan penerbangan. Untuk itu, Irfan mengatakan pihaknya harus mengkaji kembali harga tiket pesawat agar masyarakat masih mau membeli dan tidak terbebani dengan mahalnya biaya tes PCR.

Selain itu, pihaknya juga wajib menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antara penumpang dalam susunan tempat duduk di pesawat di mana mengurangi tingkat keterisian yang otomatis menurunkan pendapatan.

"Kalau 'physical distancing' ini dipastikan dilakukan tentu kita harus 'review' harga dari penerbangan tersebut," katanya.

Irfan menambahkan di luar itu, proses pra-penerbangan juga semakin rumit dengan adanya pemeriksaan dokumen dan kesehatan.

"Artinya, ke depan industri ini akan menghadapi penurunan drastis penumpang. Adalah kepentingan bersama, bersama regulator untuk memastikan ini butuh waktu. Kami mendapatkan konsesus, industri ini bisa recovery sebelum COVID-19 dalam masa dua sampai tiga tahun," katanya.

Ia mengatakan masyarakat yang kerap kali sering melakukan penerbangan pun masih menunggu (wait and see) keadaan untuk kembali pulih.

"Situasi COVID ini juga membuka kita melihat peluang dnegan memahami perilaku costumer. Kami lakukan riset kecil-kecilan terhadap kita punya GA Miles dan dari riset ini berkeinginan tetap pergi. Tapi yang mengagetkan 65 persen dari responden menyatakan posisinya 'wait and see'," katanya.

Penulis: Redaksi

Editor: Ferry Hidayat


Foto: Sigid Kurniawan

Sumber: wartaekonomi

Bos Garuda Keluhkan Tes PCR Lebih Mahal Ketimbang Harga Tiketnya

Bos Garuda Keluhkan Tes PCR Lebih Mahal Ketimbang Harga Tiketnya

Bos Garuda Keluhkan Tes PCR Lebih Mahal Ketimbang Harga Tiketnya

Bos Garuda Keluhkan Tes PCR Lebih Mahal Ketimbang Harga Tiketnya

Bos Garuda Keluhkan Tes PCR Lebih Mahal Ketimbang Harga Tiketnya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya