0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS

Republika Online
Republika Online - Sat, 26 Sep 2020 06:58
Dilihat: 72
Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS

JAKARTA -- Vice President of Huawei Asia Pacific, Jay Chen, meyakinkan bisnis Huawei di wilayah Asia Pasifik tidak terpengaruh tekanan Amerika Serikat. Perusahaan pemasok perangkat telekomunikasi dan jaringan komunikasi itu percaya diri bisa menjaga suplai perusahaan di seluruh Asia Pasifik.

"Kami memiliki stok dan juga beberapa chipset lain yang tersedia unutk menjaga bisnis kami," ujar Jay pada konferensi pers virtual dalam acara Huawei Asia Pacific Ascend Ecosystem Online Forum 2020, Jumat (25/9).

Meski begitu, Jay membenarkan bahwa tekanan AS membuat Huawei menghadapi tantangan dalam memenuhi suplai consumer business. Utamanya kesulitan memproduksi chipset untuk perangkat.

"Setelah kami meluncurkan Mate 40, kami tidak dapat melakukan update untuk chipset," kata Jay.

Pada awal Agustus laporan menyebutkan tekanan AS, terhadap Huawei, telah membuat divisi chip HiSilicon kesulitan untuk terus membuat chipset, komponen utama untuk ponsel Huawei.

HiSilicon memproduksi berbagai macam chip termasuk jajaran prosesor Kirin, yang hanya mendukung smartphone Huawei. Kirin merupakan satu-satunya prosesor dari China yang dapat menyaingi kualitas Qualcomm. Namun, lanjut Jay, Huawei memiliki bisnis lain yang jauh berbeda dari perangkat konsumen, yaitu pada enterprise business, yang meliputi penyediaan jaringan, termasuk 5G.

Asia Pacific Chief Digital Officer Huawei, Michael MacDonald, mengatakan bisnis di Asia Tenggara dan Asia secara umum, tidak terdampak tekanan AS tersebut.

"Banyak negara di sini tidak benar-benar mengikuti narasi Amerika. Mereka membeli apa yang mereka rasa memberikan inovasi, salah satunya solusi 5G," ujar Michael.

Pandemi COVID-19 saat ini, menurut Michael, justru membawa dampak positif kepada industri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Dia mengatakan pandemi dengan cara tertentu mempercepat infrastruktur TIK karena meningkatnya bandwidth dan penggunaan aplikasi selama pembatasan sosial.

Terlepas dari hal itu, Michael menekankan bahwa Huawei selalu berupaya mengamankan rantai pasokan untuk memenuhi permintaan pelanggan.

"Penting untuk disebutkan Huawei selalu memposisikan diri untuk mengamankan rantai pasokan, nilai dan kelangsungan bisnisnya, untuk memastikan produk kami tersedia bagi orang-orang yang menginginkan produk ini sekarang dan di masa depan," ujar Michael.


Berita Terkait
  • Huawei Terus Dorong Penerapan Kecerdasan Buatan
  • Huawei Dapat Sedikit Harapan di Tengah Sanksi Amerika
  • Huawei Ciptakan Nilai BaruLewat Sinergi5 Domain Teknologi
Berita Lainnya
  • Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS
  • Tiga Hari Rekor Kasus Harian Covid-19

Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS

Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS

Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS

Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS

Bisnis Huawei di Asia Pasifik tak Terpengaruh Tekanan AS

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya