0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal

wartaekonomi
wartaekonomi - Fri, 21 Jan 2022 10:20
Dilihat: 115

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menominasikan Nusrat Jahan Choudhury, wanita Muslim untuk jabatan hakim federal buat pertama kalinya.

Jika hal tersebut telah disetujui, Pemerintahan Biden akan masuk dalam sejarah AS dalam membentuk peradilan federal dengan keragaman. Choudhury akan menjadi wanita Muslim pertama yang menjabat sebagai hakim federal dan orang Amerika keturunan Bangladesh pertama.

Nusrat Jahan Choudhury.

Choudhury, yang kini menjabat Direktur Hukum American Civil Liberties Union of Illinois dicalonkan Biden untuk Pengadilan di Distrik Timur New York. Ia akan menjadi hakim federal Amerika Muslim kedua setelah Senat mengukuhkan Zahid Quraishi, calon Biden lainnya ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik New Jersey pada Juni lalu.

Sejak Biden menjabat satu tahun lalu, total nominasi yudisial Biden adalah 83 orang. Ini melanjutkan upaya Pemerintahannya untuk menempatkan lebih banyak perempuan dan hakim kulit berwarna di bangku federal.

Sebanyak 62 calon hakim federal Biden adalah perempuan. Termasuk tujuh dari delapan calon baru. Kelompok baru ini mencakup dua wanita kulit hitam, seorang imigran Taiwan, seorang Amerika Asia, seorang Latin, dan satu calon yang mengidentifikasi diri sebagai orang Amerika Asia, Latin dan kulit putih.

Diansir dari USA Today, tiga calon adalah pengacara hak-hak sipil, dua adalah pengacara perburuhan dan dua pembela umum.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer pun mendukung Choudhury sebagai ahli dalam hak-hak sipil dan kebebasan.

Muslim Advocates, sebuah organisasi hak-hak sipil nasional, menulis surat, Juli lalu kepada Schumer dan Senator New York Kirsten Gillibrand, yang menyatakan bahwa Choudhury memiliki "reputasi bintang" untuk memajukan hak-hak komunitas minoritas. Pencalonannya pun akan membuat sejarah yang sangat dibutuhkan.

Biden juga mencalonkan Arianna Freeman, pembela umum federal di Philadelphia, untuk bertugas di Pengadilan Banding AS di Pennsylvania. Freeman adalah wanita kulit hitam kedelapan yang dinominasikan Biden sebagai hakim banding federal.

Pada tahun pertamanya menjabat, Biden memenangkan persetujuan Senat dari 41 calon hakim federal. Ini jumlah terbanyak dibanding presiden lain selama 12 bulan pertama menjabat sejak John F Kennedy.

Namun, meski sukses menciptakan keberagaman dalam pemerintahannya, dua pertiga pemilih Amerika malah menilai, Biden telah membawa Amerika Serikat (AS) ke jalur yang salah. Demikian hasil jajak pendapat soal satu tahun kepresidenan Biden Morning Consult dan Politico, selama akhir pekan, terhadap 2.005 pemilih terdaftar.

Hasil penelitian yang dirilis kemarin menunjukkan, 68 persen responden berpikir bahwa negara sedang menuju ke arah yang salah. Sementara hanya 32 persen menyatakan bahwa negara itu menuju ke arah yang benar.

Lebih dari separuh responden (56 persen) tidak setuju dengan pekerjaan yang dilakukan Biden di Gedung Putih. Sedangkan 40 persen menyatakan sangat tidak setuju. Sementara 40 persen menyetujui penampilannya, hanya 16 persen "sangat" menyetujui, sementara 4 persen tidak berpendapat.

Ditanya berapa nilai yang akan mereka berikan kepada Biden, 40 persen mengatakan dia mendapat "F". Sementara hanya 6 persen memberinya "A" dan 14 persen memberinya "B".

Ketika ditanya tentang kekhawatiran utama mereka, 42 persenmenunjuk ekonomi sebagai masalah utama. Masalah keamanan berada di urutan kedua dengan14 persen.

Mayoritas (47 persen) menyatakan akan mempercayai Partai Republik di Kongres. Sedangkan Demokrat (34 persen).Sementara 19 persen tidak berpendapat.

Demokrat memiliki mayoritas tipis di DPR dan memimpin satu suara (diberikan Wakil Presiden Kamala Harris) di Senat. Ini berarti kehilangan hanya satu kursi dapat mengubah keseimbangan kekuasaan saat ini.

Ketika dinilai dari penanganan Pemerintah terhadap pandemi Covid-19, Biden juga menerima nilai rendah dari para pemilih, dengan 44 persen menilai kinerjanya "buruk."


Peringkat dukungan Biden merosot pada 2021, karena ia gagal memenuhi janji kampanye utamanya untuk "mematikan" epidemi Covid-19. Jumlah kematian akibat virus Corona telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena varian Omicron telah menyebar ke seluruh negeri, meskipun vaksin tersedia.

Sumber: wartaekonomi

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal

Bikin Sejarah, Joe Biden Calonkan Wanita Muslim Jadi Hakim Federal

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya