0
Thumbs Up
Thumbs Down

BI: Penggunaan QRIS di Jatim Belum Menyeluruh

Republika Online
Republika Online - Fri, 23 Aug 2019 10:01
Dilihat: 21
BI: Penggunaan QRIS di Jatim Belum Menyeluruh

SURABAYA -- Penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dari Bank Indonesia belum menyeluruh di Jawa Timur karena masih dalam proses transisi dan sosialisasi. Program QRIS baru diluncurkan beberapa hari.

"Kami minta masyarakat untuk bersabar, namun terus kami dorong, target semua masyarakat dan kini masih dalam proses edukasi," kata Kepala BI Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, Jumat (23/8).

Terkait keamanan, Difi juga menjamin bahwa penyatuan kode untuk pembayaran itu telah disiapkan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. "Soal keamanan sudah disiapkan, jadi tidak ada masalah. Saat ini kami masih butuh transisi dan sosialisasi," ujarnya.

Terkait target pemerataan di Jatim, Difi menyebut diharapkan bisa dilakukan bersama dengan implementasi QRIS secara nasional yang efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, sesuai dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 21 Tahun 2019.

Sebelumnya, Bank Indonesia meluncurkan satu QR Code untuk seluruh pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QRIS pada HUT ke-74 Kemerdekaan RI (17/8) di Jakarta.

Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) seperti OVO, GoPay, LinkAja dan lainnya.

Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu.

QRIS disusun Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dengan menggunakan standar internasional EMV Co, tujuannya mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan.

Untuk tahap awal, QRIS fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM) dimana penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.

Sebelum siap diluncurkan, spesifikasi teknis standar QR Code dan interkoneksinya telah melewati uji coba (piloting) pada tahap pertama pada bulan September hingga November 2018 dan tahap kedua pada bulan April hingga Mei 2019.


Berita Terkait
  • Penurunan Suku Bunga Bentuk Stimulan PE di Atas 5 Persen
  • BI: Dompet Digital Asing Wajib Tunduk Aturan Indonesia
  • Ekonom: Ruang Penurunan Kembali Suku Bunga Masih Terbuka
Berita Lainnya
  • Bea Cukai Malili dan BNN Kota Palopo Amankan Ganja
  • MUI Agendakan Mediasi Kasus UAS dengan PGI Pekan Depan

BI: Penggunaan QRIS di Jatim Belum Menyeluruh

BI: Penggunaan QRIS di Jatim Belum Menyeluruh

BI: Penggunaan QRIS di Jatim Belum Menyeluruh

BI: Penggunaan QRIS di Jatim Belum Menyeluruh

BI: Penggunaan QRIS di Jatim Belum Menyeluruh

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya