0
Thumbs Up
Thumbs Down

Berziarahlah ke Makam Rasulullah, ini Beberapa Manfaatnya

Republika Online
Republika Online - Thu, 12 Sep 2019 06:37
Dilihat: 23
Berziarahlah ke Makam Rasulullah, ini Beberapa Manfaatnya

JAKARTA - Kawasan Raudhah (Taman Surga) di Makkah tak pernah sepi dari peziarah. Rasulullah SAW, juga menganjurkan untuk beribadah dan berdoa di sana. Terlebih di antara Raudhah itu terdapat makam Rasulullah dan kedua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar bin Khattab RA.

Ketua Majelis PP Muhammadiyah, Ustadz Fathurahman Kamal menuturkan, berziarah ke makam-makam lain pada umumnya disunnahkan untuk mengingat kematian dan segala bentuk pesan moralnya.

Namun demikian, berziarah ke makam Nabi lebih dari sekedar itu, di mana tentu memiliki banyak nilai lainnya, terlebih lokasinya berada di sekitaran Raudhah yang menjadi tempat spesial umat islam.

"Yang tentunya, bagaimana mengingat segala sepak terjang perjuangan nabi, bagaimana beliau membangun peradaban, dan tidak semata peristiwa kematiannya," Kata dia kepada Republika.co.id, Kamis (12/9).

Namun demikian, dia menambahkan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW juga merupakan sunah. Karena secara umum itu dianjurkan Rasulullah dalam hadisnya.

Ustaz Fathurahman menuturkan, dalam riwayat hadis Muslim dijelaskan Rasulullah sempat berziarah ke makam ibunya, lalu beliau menangis, kemudian menangis pulalah orang-orang di sekitar beliau.

Rasulullah lalu bersabda: "Aku meminta izin kepada Rabb-ku untuk memintakan ampunan bagi ibuku, namun aku tidak diizinkan melakukannya. Maka aku pun meminta izin untuk menziarahi kuburnya, aku pun diizinkan. Berziarah-kuburlah, karena dia dapat mengingatkan engkau akan kematian.

Dia menambahkan, Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa 5/146 juga ikut menerangkan bahwa para sahabat juga biasa melakukan ziarah ke makam Rasulullah. "Yang mana salam juga ikut dipanjatkan kepada kedua sahabat yang dimakamkan di samping beliau, Abu Bakar dan Umar RA," kata dia.

Menurut dia, selain mengingatkan pada kematian. Seorang Muslim yang melakukan ziarah kubur juga sedang dalam suasana batin atau emosi spiritual yang tinggi.

"Ketika ziarah itu, seyogyanya dia meresapi betul jejak-jejak perjuangan Sang Nabi yang hidup dalam penuh kesederhanaan (zuhud dan wara')," kata dia.

Hal tersebut, sambung ustadz Fathurahman, bukan karena Rasulullah tidak sanggup menggengam dunia. Melainkan karena tidak ingin dikuasai dunia.

"Mengingat itu bagi kita yang hidup di era milenial dan penuh dengan suasana disrupsi, dan paradoks, maka dengan berziarah ke Makam Nabi seolah kita dapat melakukan semacam komunikasi intrapersonal," Tutur dia.


Berita Terkait
  • Berapa Kali Yatim Disebutkan dalam Alquran dan Apa Maknanya?
  • 5 Bukti Cinta Sahabat kepada Rasul: Berebut Air Hingga Jubah
  • Sampai Kapankah Seorang Anak Disebut Yatim?
Berita Lainnya
  • Bentrok TNI dan Warga, Belasan Terluka
  • Presiden Ketiga BJ Habibie Meninggal Dunia

Berziarahlah ke Makam Rasulullah, ini Beberapa Manfaatnya

Berziarahlah ke Makam Rasulullah, ini Beberapa Manfaatnya

Berziarahlah ke Makam Rasulullah, ini Beberapa Manfaatnya

Berziarahlah ke Makam Rasulullah, ini Beberapa Manfaatnya

Berziarahlah ke Makam Rasulullah, ini Beberapa Manfaatnya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya