0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bea Cukai Berikan Edukasi Cukai untuk Masyarakat Blora dan Purbalingga

wartaekonomi
wartaekonomi - Mon, 30 Nov 2020 23:09
Dilihat: 217
Jakarta

Sebagai bentuk upaya berkelanjutan dalam memberikan pemahaman akan bahaya peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat sekaligus menjelaskan manfaat dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Bea Cukai menggandeng instansi pemerintah di berbagai daerah dalam memberikan edukasi tersebut.

Pada Rabu (25/11), Pemerintah Kabupaten Blora bersama dengan Bea cukai Kudus mengadakan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Pemanfaatan DBHCHT. Fokus utama sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan kepada para pedagang, wirausaha, dan Satpol PP tingkat kecamatan akan ciri-ciri dan dampak dari penjualan rokok ilegal.

Baca Juga: Bea Cukai dan Kemenkop-UKM Dorong Peningkatan Ekspor Nasional

"Para pedagang diharapkan mampu membedakan mana rokok yang dikemas secara legal dan ilegal agar mereka dapat menolak atau melaporkan apabila menemukan adanya perdagangan rokok ilegal di sekitarnya. Demikian pula para aparat Satpol PP tingkat kecamatan, mereka diharapkan mampu membantu melakukan sosialisasi terkait rokok ilegal di lingkungan setempat agar makin luas masyarakat yang sadar akan bahaya peredaran rokok ilegal dan membantu pemberantasannya," ungkap Gatot Sugeng Wibowo, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Tidak ketinggalan, Bea Cukai Purwokerto bekerja sama dengan Pemda Kabupaten Purbalingga turut memberikan penyuluhan di bidang cukai pada Selasa (24/11). Sosialisasi secara langsung dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dilangsungkan di Sentra Papringan Katamas (Kampung Wisata Tematik Sikadut), Dusun Sikadut, Desa Karangtalun, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

"Pada kesempatan kali ini, kami berupaya menjelaskan ciri rokok ilegal, desain pita cukai, tata cara pelekatan pita cukai pada rokok maupun minuman keras, cara identifikasi pita cukai secara kasat mata, serta apa itu DBHCHT," ungkap Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Erwan Saepul Holik.

Selain itu, Gunarto Eko Saputra dari Bagian Perekonomian Setda Purbalingga turut menjelaskan sejarah tembakau di Kabupaten Purbalingga serta porsi DBHCHT yang nominalnya sebesar Rp6,9 miliar untuk Kabupaten Purbalingga.

"Porsi DBHCHT di Kabupaten Purbalingga merupakan pungutan cukai atas rokok yang bapak ibu jual atau beli digunakan sebagian besar untuk membeli obat-obatan yang nantinya didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas," pungkas Gunanto.

Penulis: ***

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Bea Cukai

Sumber: wartaekonomi

Bea Cukai Berikan Edukasi Cukai untuk Masyarakat Blora dan Purbalingga

Bea Cukai Berikan Edukasi Cukai untuk Masyarakat Blora dan Purbalingga

Bea Cukai Berikan Edukasi Cukai untuk Masyarakat Blora dan Purbalingga

Bea Cukai Berikan Edukasi Cukai untuk Masyarakat Blora dan Purbalingga

Bea Cukai Berikan Edukasi Cukai untuk Masyarakat Blora dan Purbalingga

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya