0
Thumbs Up
Thumbs Down

BBPOM di Denpasar Gandeng Media

Nusabali
Nusabali - Tue, 03 Dec 2019 10:25
Dilihat: 34
BBPOM di Denpasar Gandeng MediaDENPASAR,
Dalam kesempatan itu, NusaBali menjadi media yang terbanyak yang mempublikasikan informasi. Kedepan, BBPOM di Denpasar menggandeng media untuk menginformasikan tidak saja bentuk pengawasan, namun juga tindakan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Denpasar, Dra IGA Adhi Aryapatni, menjelaskan, selama ini pemberitaan di media lebih banyak pada tindak pengawasan. Setiap tahunnya, ada sekitar 3.500 sampel obat dan makanan dan disampling dan diuji untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai hasil pengujian. Sejauh ini, dari kategori pangan tradisional, bahan berbahaya yang sering ditemukan di Bali adalah jajanan Bali seperti jajan Begina masih ditemukan mengandung zat berbahaya seperti rhodamin B. Formalin masih ditemukan di pangan teri medan.

Sedangkan kategori obat tradisional, masih ditemukannya campuran Bahan Kimia Obat (BKO), padahal syarat obat tradisional harus menggunakan bahan alami atau herbal 100 persen. Sementara kategori kosmetik banyak ditemukan mengandung hidroquenon, mercury, dan retinoat. "PR kita di Bali, bagaimana strategi kita zat-zat kimia berbahaya ini semakin hari semakin disadari masyarakat, dan peran media bersama-sama Badan POM pasti akan memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan kesadaran masyarakat," ungkapnya, di sela memberikan Media Award di Inna Grand Bali Beach Sanur, Senin (2/12).

Menurutnya, obat dan makanan yang tidak aman tetap bisa beredar, karena adanya demand (permintaan) masyarakat yang tinggi, sehingga supplai (pemenuhan) tetap juga tinggi. Solusinya adalah menurunkan demand dengan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, BBPOM di Denpasar tidak hanya berkutat dalam pengawasan dan penindakan, melainkan juga pemberdayaan masyarakat.

Dikatakan, ada beberapa program BPOM yang memberdayakan masyarakat yang dilakukan BPOM di Denpasar. Seperti program pasar aman, yang memberdayakan komunitas pasar dengan diberikan bimtek dan cara menguji keamanan makanan. Sementara program kedua, ada Gerakan Keamanan Pangan Desa yang sudah dimulai sejak tahun 2014. Gerakan ini berupa bimtek melibatkan komunitas desa dipimpin oleh kepala desa sebagai penggerak masyarakat desanya. "Pertama kita advokasi dengan lintas sektor. Mendapat komitmen dari camat, kepala desa, bupati. Dari situ kita menentukan desa mana yang akan kita pilih, karena terbatas, ada tiga desa setiap tahunnya, di setiap kabupaten. Setelah desanya dipilih, kita harus tahu pemahaman desanya dulu terkait keamanan pangan. Barulah kita lakukan pembentukan kader dan bimtek. Mereka akan mendeseminasikan ilmu keamanan pangannya kepada masing-masing komunitas," tandasnya. *ind
Sumber: Nusabali

BBPOM di Denpasar Gandeng Media

BBPOM di Denpasar Gandeng Media

BBPOM di Denpasar Gandeng Media

BBPOM di Denpasar Gandeng Media

BBPOM di Denpasar Gandeng Media

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya