0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bawaslu Minta Konser Musik tak Diberi Izin

Republika Online
Republika Online - Wed, 16 Sep 2020 16:45
Dilihat: 27
Bawaslu Minta Konser Musik tak Diberi Izin

JAKARTA -- Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Rahmat Bagja, mengingatkan agar pihak yang berwenang tidak memberikan izin keramaian kepada peserta pilkada yang akan menggelar konser musik saat pilkada. Sebab, ada peraturan larangan kerumunan massa saat pandemi Covid-19 yang harus dipatuhi setiap pihak.

"Kami sudah ingatkan bahwa ini jangan sampai teman-teman yang mempunyai kewenangan untuk memberikan izin keramaian," ujar Bagja dalam rekaman diskusi daring yang sudah dikonfirmasi Republika.co.id, Rabu (16/9).

"Kenapa? Karena sesuai dengan protokol Covid-19 kan tidak boleh berkumpul," lanjut dia.

Bagja mengatakan, semua pihak harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19. Ia juga menyinggung adanya konser musik deklarasi salah satu bakal calon menyebabkan pengumpulan warga di tengah pandemi virus corona.

"Waktu itu ada konser, konser ini kan ada izinnya, izinnya dari siapa, nah inilah yang harusnya kita gali bersama kemarin. Jadi jangan sampai nanti terulang lagi tidak ada izin konser lagi," kata Bagja.

Ia meminta aparat kepolisian segera membubarkan massa ketika ada pengumpulan masyarakat. Ia juga meminta jajaran Satpol PP mengantisipasi berkumpulnya massa yang akan melakukan aksi saat penetapan pencalonan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat pada 23 September nanti.

Aksi yang berpotensi terjadi tersebut memungkinkan terjadi di dua sisi yang berseberangan. Satu sisi aksi merayakan euforia karena calonnya ditetapkan sebagai bakal calon kepala daerah Pilkada 2020 atau aksi penolakan karena calonnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Menurut Bagja, aparat penegak hukum dapat membubarkan atau memerintahkan masyarakat saat ada indikasi massa berkumpul. Hal tersebut sebagai upaya pencegahan pelanggaran protokol kesehatan saat pilkada maupun penyebaran Covid-19 itu sendiri.

"Pemberian izin itu tidak diperkenankan, jadi ketika ada massa mulai datang itu bisa kemudian teman-teman penegak hukum, Satpol PP, dan kepolisian sudah bisa memulangkan para massa yang sudah mau keluar karena mereka pasti punya tempat berkumpul," tutur Bagja.


Berita Terkait
  • Hasto: Kader yang tidak Dukung Cakada akan Disanksi
  • KPU Diminta Tegas Soal Protokol Kesehatan dan Sanksi Pilkada
  • Larangan Pilih Calon Tertentu oleh Kemendagri Tuai Kritik
Berita Lainnya
  • Izin Pamit yang Pertama dan Terakhir dari Seafullah ke Anies
  • Pengamat: Perkap Pam Swakarsa Rawan Timbulkan Konflik

Bawaslu Minta Konser Musik tak Diberi Izin

Bawaslu Minta Konser Musik tak Diberi Izin

Bawaslu Minta Konser Musik tak Diberi Izin

Bawaslu Minta Konser Musik tak Diberi Izin

Bawaslu Minta Konser Musik tak Diberi Izin

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya