0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bapeten: Kita Butuh Alat Detektor Radiasi yang Kompeten

Republika Online
Republika Online - Thu, 22 Oct 2020 17:59
Dilihat: 47
Bapeten: Kita Butuh Alat Detektor Radiasi yang Kompeten

TANGERANG - Kejadian ditemukannya zat radioaktif oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) di lahan kosong perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, menjadi pelajaran penting dalam penanganan radiasi nuklir. Kepala Bapeten, Jazi Eko Istiyanto mengungkapkan, untuk mengetahui lebih banyak penemuan zat radioaktif di tengah masyarakat, diperlukan alat detektor nuklir yang lebih memadai.

"Kita dihebohkan dengan penemuan lokasi paparan radiasi di luar kewajaran. Bapeten melakukan pemantauan dengan detektor mobile dengan sensitivitas tinggi. Penemuan kasus ini membuktikan bahwa detektor nuklir berkompeten dalam rangka mendukung fungsi pengawasan," tutur Jazi di Tangerang Selatan, Kamis (22/10).

Menurut penuturanya, radiasi memiliki karakteristik yang sulit dideteksi oleh manusia, padahal sangat berbahaya bagi manusia itu sendiri. Artinya, memang dibutuhkan alat pendeteksi yang memadai untuk bisa melacak keberadaan zat radioaktif yang ada di tempat yang tidak sewajarnya, seperti di pemukiman warga.

"Radiasi tidak dapat dilihat, dicium, dirasa, maka detektor sangat krusial dalam pengawasan nuklir," tegasnya. Dia menyebut pemakaian detektor sangat penting ditaruh di banyak tempat untuk bisa mendeteksi adanya zat radioaktif secara real time. Jika demikian, penanganannya pun bisa lebih cepat dilakukan.

Hal senada disampaikan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro untuk menambah alat deteksi radiasi nuklir guna mengintensifkan pemantauan radiasi di lingkungan. "Kami juga sudah meminta kepada Bapeten kalau perlu menambah peralatan untuk melakukan monitoring karena ternyata dengan keberadaan peralatan tersebut itulah kita bisa mendeteksi adanya kandungan radioaktif pada waktu itu di Perumahan Batan Indah," jelasnya.

Bambang menuturkan, dengan keterbatasan alat yang dimiliki, memang tidak bisa mendeteksi seluruh wilayah di Indonesia, minimal di Jabodetabek. Namun, dia berharap ke depan dapat dilakukan peningkatan pemantauan dan pengawasan nuklir radiasi di berbagai wilayah di Nusantara, yakni dengan menambah alat deteksi.

Diketahui, paparan radiasi yang di luar batas normal berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat sehingga perlu pemantauan untuk menemukan lokasi keberadaan paparan radiasi dan ditindaklanjuti dengan upaya dekontaminasi. Alat deteksi itu menjadi makin krusial mengingat radiasi tidak dapat dilihat, dicium, dan dirasakan.

"Menurut saya ini malah lebih berbahaya daripada ancaman-ancaman lain yang mungkin timbul untuk suatu wilayah perkotaan, mungkin kalau saya ibaratkan radiasi ini mirip Covid-19, sama, kita tidak tahu virusnya ada dimana, sebesar apa, tahu-tahu kita terpapar ya setelah melalui testing," terang Bambang.


Berita Terkait
  • Batan Kembangkan Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi
  • Bapeten Terbitkan Protokol Keamanan Radioaktif
  • Batan Kumpulkan 638 Drum Tanah dan Vegetasi Hasil Clean Up
Berita Lainnya
  • Pengamat: Tuntutan Terdakwa Jiwasraya Bentuk Ketegasan Hukum
  • Arteta Yakin Aubameyang Segera Cetak Gol Lagi

Bapeten: Kita Butuh Alat Detektor Radiasi yang Kompeten

Bapeten: Kita Butuh Alat Detektor Radiasi yang Kompeten

Bapeten: Kita Butuh Alat Detektor Radiasi yang Kompeten

Bapeten: Kita Butuh Alat Detektor Radiasi yang Kompeten

Bapeten: Kita Butuh Alat Detektor Radiasi yang Kompeten

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya