0
Thumbs Up
Thumbs Down

Banyak Opsi Untuk Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal, Pemerintah Mau Tidak?

Rumah
Rumah - Mon, 23 Mar 2020 15:30
Dilihat: 21
Banyak Opsi Untuk Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal, Pemerintah Mau Tidak?

- Endang Kawidjaja, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Indonesia (Himperra) mengusulkan untuk program perumahan pemerintah juga memikirkan pekerja dari sektor informal. Ini merujuk pada potensi pasar yang didominasi oleh sektor informal dibandingkan sektor formal.

Selama ini program KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), khusus untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau pekerja dengan penghasilan maksimal Rp4 juta/bulan. Kalangan ini bisa menikmati bunga KPR yang sudah disubsidi pemerintah sebesar 5 persen selama tenor kreditnya dan berbagagi kemudahan lainnya. Namun selama ini, MBR yang bisa mengakses program FLPP kebanyakan dari kalangan pekerja formal dengan lampiran syarat yang cukup banyak.

Endang Kawidjaja, Ketua Umum Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Indonesia (Himperra) mengusulkan, untuk kalangan MBR penerima subsidi bisa diberikan skema khusus supaya mempermudah dan mempercepat kalangan ini mengakses KPR subsidi.

"Misalnya untuk kalangan pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan, dia kan punya dana yang besar termasuk ada dana tabungan perumahan dari ribuan anggotanya. Mestinya anggota BPJS Ketenagakerjaan dibiayai oleh instansinya sendiri, kalaupun menggunakan dana FLPP sifatnya reimbust (diganti) sehingga anggaran FLPP bisa lebih maksimal untuk membiayai pekerja infromal," ujarnya.

Membangun rumah memang membutuhkan modal. Untuk menyiasatinya bisa dengan budget minim dan memanfaatkan beberapa hal. Simak selengkapnya di video berikut ini.

Kemudian untuk mempermudah kalangan pekerja informal seperti petani, nelayan, tukang baso, tukang cukur, dan pekerja mandiri lainnya yang memiliki kemampuan mencicil tetapi tidak memiliki akses ke perbankan (non bankable), dibuat skema perumahan komunitas. Beberapa pekerja informal yang sama disatukan dalam sebuah kelompok komunitas atau koperasi untuk mendapatkan bantuan perumahan.

Program ini juga bisa di-bundling dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dengan begitu kalangan pekerja informal ini bisa membeli tanah dengan pembiayaan bank dan rumahnya dibangun dengan program bedah rumah dari Kementerian PUPR.

Dengan hanya mencicil tanah kalangan ini menjadi lebih ringan sehingga kemungkinan akan gagal bayar juga relatif kecil yang membuat nilai non performing loan (NPL) bank juga rendah. Dengan dana APBN yang terbatas untuk alokasi program perumahan, mesti dibuat beberapa terobosan untuk terus bisa memperbesar akses kalangan MBR, khususnya dari kalangan pekerja informal yang jumlahnya justru lebih besar dari pekerja formal.

Skema lain misalnya dengan format sewa-beli untuk kalangan pekerja informal ini. Bisa dibuat semacam joint operator (JO) antara perbankan, misalnya Bank BTN sebagai penyalur KPR terbesar, dengan unit-unit usaha mikro di berbagai daerah untuk menjamin anggota para pekerja informal mengakses perumahan.

Skema sewa-beli bisa diterapkan untuk nasabah yang menyewa sebuah rumah untuk periode tertentu dan nantinya rumah tersebut menjadi milik si penyewa. Hal ini untuk menyederhanakan prosedur persyaratan subsidi yang kadang tidak bisa dipenuhi oleh kalanga pekerja informal. Untuk tingkat suku bunganya bisa dibuat lebih tinggi 1-2 persen dibandingkan program FLPP yang hanya 5 persen sehingga bank juga bisa mendapatkan margin.

"Dengan terobosan-terobosan seperti ini bisa menjangkau pasar yang lebih luas sehingga bukan hanya pekerja informal saja yang bisa menikmati program perumahan pemerintah. Kalau kita hanya berkutat pada pekerja formal dan tidak memikirkan pekerja informal, produksi perumahan kita tidak akan pernah lebih dari 200 ribu unit setiap tahunnya. Potensi pasar kita justru dari kalangan pekerja informal ini," jelas Endang.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap diDaftar PropertidanPanduan Referensiseputar propertidari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Sumber: Rumah

Banyak Opsi Untuk Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal, Pemerintah Mau Tidak?

Banyak Opsi Untuk Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal, Pemerintah Mau Tidak?

Banyak Opsi Untuk Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal, Pemerintah Mau Tidak?

Banyak Opsi Untuk Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal, Pemerintah Mau Tidak?

Banyak Opsi Untuk Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal, Pemerintah Mau Tidak?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya