0
Thumbs Up
Thumbs Down

Bantuan Kementan Ringankan Penderitaan Korban Banjir Sulsel

Republika Online
Republika Online - Sat, 15 Jun 2019 15:52
Dilihat: 65
Bantuan Kementan Ringankan Penderitaan Korban Banjir Sulsel

JAKARTA -- Komisi IV DPR RI memberikan acungan jempol terhadap terobosan dan gerak cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran dalam menanggulangi dan memberikan bantuan kepada petani yang terkena dampak becana alam banjir di tujuh kabupaten Sulawesi Selatan. Bantuan ini akan meringankan beban penderitaan mereka.

Daerah yang terdampak banjir di sana adalah Soppeng, Sidrap, Wajo, Pinrang, Bone, Enrekang dan Luwu. Terobosan tersebut tidak hanya berupa bantuan sembako, tetapi juga bantuan ganti rugi usaha tani dan infrastruktur serta alat mesin pertanian untuk secepatnya memulihkan usaha pertanian.

"Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan terobosan yang luar biasa dalam menangani dampak di Sulawesi Selatan dan Sultra. Hari ini bantuan langsung disalurkan ke masyarakat yang terkena dampak banjir di tujuh kabupaten, Sulsel" demikian diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI, Irwan Zulfikar saat mendampingi Mentan Andi Amran Sulaiman melepas bantuan untuk korban banjir senilai Rp 10 miliar yang dipusatkan di Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Sabtu (15/6).

Anggota Komisi IV DPR RI, Irwan Zulfikar sedang diwawancarai wartawan

Irwan menjelaskan bantuan korban banjir benih, pupuk dan alat mesin pertanian berupa pompa air, traktor dan ekscavator sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani yang terkena dampak banjir. Terutama, program pembangunan tanggul di danau tempe dan pembangunan 3 unit bendungan besar yang didorong oleh Mentan Amran merupakan terobosan yang tepat dalam membangun sistem pengairan demi menjamin ketersediaan air irigasi yang berkelanjutan.

"Karena itu, kami di Komisi IV DPR mendukung penuh berbagai terobosan pembangunan pertanian yang dilakukan Mentan Amran," jelasnya.

Apa alasannya? Irwan menyebutkan karena capaian pembangunan pertanian selama lima tahun terakhir sangat produktif. Komoditas yang menjadi penyangga pangan sudah diantisipasi sebelumnya sehingga yang selama ini kita impor, misalnya beras, jagung dan bawang merah sudah tidak impor lagi ke depannya.

"Jadi kalau bicara kinerja, hal yang wajar, jika beliau (Amran, red) untuk dipertahankan sebagai menteri pertanian. Ini bukan karena sama-sama dari Sulawesi Selatan, tapi memang teman-teman di Komisi IV sangat impresif dengan apa yang dilakukan selama lima tahun terakhir ini," tandas Irwan anggota Komisi IV dari Farksi Partai Amanat Nasional Daerah pemilihan Sulawesi Selatan.

Di tempat yang sama, Mentan Amran mengatakan pihaknya bersama dengan mitra bergerak cepat menanggulangi dampak yang terkena banjir merupakan atas perintah Presiden Jokowi. Pemerintahan Jokowi-JK benar-benar memberikan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat khususnya petani yang mengalami kerugian atas banjir.

"Ini kami datang atas arahan Presiden Jokowi, kami keliling habis dari Sulawesi Tenggara, ini di Sulawesi Selatan memberikan bantuan kepada yang kena dampak banjir. Dan masih banyak lagi bantuan lainnya. Bantuan yang terkumpul sampai tadi ada Rp 10 miliar, itu dari karyawan kami dan mitra Kementerian Pertanian. Kami ucapkan terima kasih," katanya.

Mentan Andi Amran Sulaiman mengawal bantuan untuk korban banjir di Sulawesi Selatan

Khusus lahan pertanian yang terkena bencana puso 3.000 hektar, sambung Amran, Kementan memberikan bantuan benih, pupuk dan traktor secara gratis. Bahkan bantuan alat mesin pertanian berupa ekscavator untuk membangun tanggul agar ke depan tidak terkena banjir lagi.

"Sektor pertanian Sulawesi Selatan yang terkena dampak banjr, dipastikan segera dipulihkan. Lahan pertanian yang sudah diasuransikan, diberikan ganti rugi 100 persen. Bagi lahan yang belum terasuransi, diberikan bantuan benih dan pupuk," sebut Amran.

Sebagai informasi, adapun luas pertanaman padi yang terdampak banjir di tujuh Kabupetan yaitu, kabupaten Soppeng seluas 2.532 ha meliputi tujuh kecamatan, Kabupaten Wajo seluas 6.656 ha meliputi 9 kecamatan, Kabupaten Sidrap meliputi 8 kecamatan seluas 4.269 ha, Kabupaten Pinrang meliputi 3 kecamatan seluas 600 ha, Kabupaten Enrekang hanya 1 kecamatan seluas 205 ha, Kabupaten Bone seluas 33 ha dan kabupaten Luwu seluas 121,30 ha.

Total Luas tanaman jagung yang terdampak bencana alam banjir sebesar 2.003,60 ha. Terdiri dari Kabupaten Soppeng 1.421,60 ha dan Kabupaten Wajo 582 ha. Untuk tanaman kedelai yang terdampak bencana banjir hanya seluas 2 ha di Kabupaten Soppeng. Saat ini petugas di lapangan terus malakukan pemantauan serta identifikasi areal pertanian yang terkena dampak banjir.


Berita Terkait
  • Kementan Serahkan Bantuan ke 7 Kabupaten Terdampak Banjir
  • Wagub Samarinda: Hentikan Pembangunan di Daerah Resapan Air
  • Mentan Pastikan Bangun Kembali Pertanian di Konawe Utara
Berita Lainnya
  • Mahasiswa UM Ubah Lumpur Jadi Penyerap Logam Berbahaya
  • Ranieri Berharap yang Terbaik untuk Pelatih Roma Berikutnya

Bantuan Kementan Ringankan Penderitaan Korban Banjir Sulsel

Bantuan Kementan Ringankan Penderitaan Korban Banjir Sulsel

Bantuan Kementan Ringankan Penderitaan Korban Banjir Sulsel

Bantuan Kementan Ringankan Penderitaan Korban Banjir Sulsel

Bantuan Kementan Ringankan Penderitaan Korban Banjir Sulsel

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya