0
Thumbs Up
Thumbs Down

AS Masih Beri 'Nafas' ke Huawei Hingga 90 Hari

inilahcom
inilahcom - Tue, 20 Aug 2019 20:20
Dilihat: 38
AS Masih Beri 'Nafas' ke Huawei Hingga 90 Hari

San Francisco - Ketika nama Huawei masuk ke dalam black list perdagangan AS pada Mei lalu, Pemerintah AS memberikan penangguhan hukuman selama 90 hari.

Dalam waktu 90 hari itu Huawei masih diperkenankan untuk membeli komponen dari perusahaan AS, memperbarui perangkat lunak untuk handset, serta melakukan pemeliharaan peralatan jaringan.

Berdasarkan perhitungan, waktu penangguhan tersebut seharusnya telah berakhir pada Senin kemarin (19/8/2019). Namun, tampaknya Pemerintah AS masih akan memberikan 'nafas' tambahan bagi Huawei.

Menurut seorang sumber anonim, Pemerintah AS disebut memberi perpanjangan izin bisnis Huawei di AS selama 90 hari ke depan.

Artinya, hukuman yang dijatuhkan pada Huawei masih belum akan berlaku dalam tiga bulan ke depan, atau setidaknya sampai pertengahan November mendatang.

Mengutip Phone Arena, Huawei mendapat pemboikotan dari Pemerintah AS karena dituduh menjadi ancaman keamanan nasional. Huawei dituduh memata-matai AS dan memberikan data tersebut ke Pemerintah China.

Tentu saja, Huawei pun telah menyangkal tuduhan ini berulang kali. Bahkan Chairman Huawei Liang Hua juga berkali-kali menawarkan penandatanganan kontrak 'No-Spy' agar Pemerintah AS mau mempercayainya.

Meski kebijakan itu terlihat akan merugikan Huawei, nyatanya pihak yang mengalami kerugian justru adalah perusahaan asal AS itu sendiri.

Posisi Huawei sejatinya sudah menjadi rekan bisnis yang sangat penting dan menjadi 'pelanggan tetap' bagi perusahaan pemasok komponen yang berasal dari AS.

Pada 2018 lalu, Huawei tercatat menghabiskan lebih dari US$11 miliar untuk berbelanja komponen dari perusahaan AS, dan itu pun menjadi sumber keuntungan bagi perusahaan seperti Qualcomm, Intel, dan Micron yang bertindak sebagai pemasok komponen.

Raksasa teknologi asal China ini juga awalnya disebut bakal kehilangan lisensi sistem operasi Android untuk lini ponselnya. Namun, kemudian Huawei bertindak cepat dengan mengembangkan sistem operasi Hongmeng yang dipersiapkan sebagai pengganti Android.

Hongmeng yang diperkenalkan dengan nama resmi HarmonyOS pun mendapat dukungan dari sejumlah vendor smartphone asal China. Dengan demikian, posisi Android justru yang terancam kehilangan pendapatan besar jika Huawei benar-benar tak lagi menggunakan Android.

Apalagi saat ini penjualan smartphone Huawei berada di tiga besar dunia bersama Samsung dan Apple. Huawei pun diperkirakan akan menjadi produsen smartphone terbesar di dunia pada kuartal keempat tahun ini.

Tahun lalu, Huawei berhasil mengapalkan sekitar 206 juta unit smartphone dan menduduki peringkat ketiga setelah Samsung dan Apple.

Sumber: inilahcom

AS Masih Beri 'Nafas' ke Huawei Hingga 90 Hari

AS Masih Beri 'Nafas' ke Huawei Hingga 90 Hari

AS Masih Beri 'Nafas' ke Huawei Hingga 90 Hari

AS Masih Beri 'Nafas' ke Huawei Hingga 90 Hari

AS Masih Beri 'Nafas' ke Huawei Hingga 90 Hari

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya