0
Thumbs Up
Thumbs Down

AS Keluarkan Indonesia dari Negara Berkembang, Ini 3 Kriteria Penyebabnya

okezone
okezone - Tue, 25 Feb 2020 12:06
Dilihat: 23
AS Keluarkan Indonesia dari Negara Berkembang, Ini 3 Kriteria Penyebabnya

JAKARTA - Amerika Serikat menerapkan tiga kriteria baru untuk pengkualifikasian negara berkembang. Hal tersebut tekait penghapusan negara Indonesia dari daftar negara berkembang.

Melansir siaran pers Kementerian Perdagangan, Selasa (25/2/2020), Perwakilan Dagang AS (USTR) melakukan pengetatan kriteria negara berkembang yang berhak mengantongi subsidi. Subsidi tersebut adalah pengecualian de minimis dan negligible impor volumes untuk pengenaan tarif anti-subsidi atau countervailing duty (CVD) pada Senin (10/2/2020).

Baca juga: Dikeluarkan dari Negara Berkembang, Menkeu: Tak Ganggu Fasilitas GSP dari AS

Menurut USTR, ada tiga kriteria baru yang diterapkan Amerika Serikat untuk menghapus suatu negara dari daftar negara berkembang. Kriteria pertama adalah berdasar Gross National Income negara tersebut menurut versi Bank Dunia, di mana lebih dari USD12.375 per tahunnya.

Kriteria kedua adalah pangsa total perdagangan dunia di atas 0,5%, di mana pada kriteria sebelumnya sebesar 2%. Kriteria ketiga adalah negara berkembang yang merupakan anggota Uni Eropa, OECD, dan G-20.

Baca juga: Ada Virus Korona, Bagaimana Pertumbuhan Ekonomi Indonesia?

Berdasarkan keputusan tersebut, Indonesia resmi dihapuskan dari daftar negara berkembang. Selain Indonesia, USTR juga menghapus Argentina, Brasil, India, Malaysia, Thailand dan Vietnam dari daftar negara berkembang.

Adapun alasan Indonesia dikeluarkan dari daftar negara berkembang karena Indonesia merupakan anggota dalam G-20 dan memiliki pangsa total perdagangan dunia sebesar 0,9%.

Baca juga: AS Hapus Indonesia dari Daftar Negara Berkembang, BKPM Bentuk Tim Analis

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi komentar terkait penghapusan Indonesia dari daftar negara berkembang ini. Menurutnya, penghapusan tersebut tak akan memganggu fasilitas Generalized System of Preference (GSP). Lantaran, keputusan AS tersebut lebih terkait pada fasilitas Countervailing Duties (CVD).


"Jadi sebetulnya enggak terlalu besar sekali pengaruhnya kepada perdagangan kita, dan CVD ini berbeda dengan GSP, jadi dan enggak ada hubungannya dengan berbagai hal yang lain," ungkap Sri Mulyani, Senin (24/2/2020).

Sumber: okezone

AS Keluarkan Indonesia dari Negara Berkembang, Ini 3 Kriteria Penyebabnya

AS Keluarkan Indonesia dari Negara Berkembang, Ini 3 Kriteria Penyebabnya

AS Keluarkan Indonesia dari Negara Berkembang, Ini 3 Kriteria Penyebabnya

AS Keluarkan Indonesia dari Negara Berkembang, Ini 3 Kriteria Penyebabnya

AS Keluarkan Indonesia dari Negara Berkembang, Ini 3 Kriteria Penyebabnya

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya