0
Thumbs Up
Thumbs Down

Apa itu Istigatsah dan Siapa Pencetus Bacaannya?

Republika Online
Republika Online - Fri, 18 Oct 2019 10:30
Dilihat: 24
Apa itu Istigatsah dan Siapa Pencetus Bacaannya?

JAKARTA - Secara terminologis, istighatsah berarti beberapa bacaan wirid (awrad) tertentu yang dilakukan untuk mohon pertolongan kepada Allah SWT atas beberapa masalah hidup yang dihadapi. Istighatsah ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat, khususnya kaum Nahdliyyin pada 1990-an.

Dosen Universitas Darul Ulum Jombang, Ishomuddin Ma'shum, menyebutkan dalam tulisannya bahwa dalam melaksanakan istighasah boleh dilakukan secara bersama-sama dan boleh juga dilakukan secara sendiri-sendiri. Demikian juga waktunya, bebas dilakukan, boleh siang, malam, pagi, atau sore.

Seseorang yang akan melaksanakan istighasah, kata dia, hedaknya sudah dalam keadaan suci, baik badannya, pakaian dan tempatnya, dan suci dari hadats kecil dan besar. Juga tidak kalah pentingnya, seseorang yang mengamalkan istighasah menyesuaikan dengan bacaan dan urutan sebagaimana yang telah ditentukan pemiliknya.

Ishomuddin menjelaskan, bacaan istighasah yang banyak diamalkan warga Nahdliyyin ini sekarang meluas ke seluruh penjuru negeri sebenarnya disusun oleh KH Muhammad Romly Tamim, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah, dari Pondok Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang.

Hal ini dibuktikan dengan kitab karangan beliau yang ditulis pada 1951, yaitu kitab al-Istighatsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah. Kemudian pada 1961, kitab tersebut diterjemah ke dalam bahasa Jawa oleh putranya sendiri KH Musta'in Romli.

Ishomuddin membeberkan, sebelum membuat wirid istighatsah ini Kiai Romli sempat melaksanakan riyadhah (olah spiritual) dengan puasa selama tiga tahun. Dalam masa-masa riyadhahnya itulah Kiai Romli memperoleh ijazah wirid-wirid istighatsah dari para wali Allah.

Wirid pertama yang beliau terima adalah wirid berupa istighfar, dan karena itulah istighfar beliau letakkan di urutan pertama dalam istighatsah. Demikian juga urutan berikutnya adalah sesuai dengan urutan beliau menerima ijazah dari para wali Allah lainnya.

Oleh karena itu, Ishomuddin mengingatkan sebaiknya dalam mengamalkan istighatsah seseorang menyesuaikan urutan wirid-wirid istighatsah sesuai dengan aslinya. Setelah siap semuanya, barulah seseorang menghadap kiblat untuk memulai istighatsah dengan terlebih dahulu menghaturkan hadiah pahala membaca surah al-Fatihah untuk Rasulullah SAW, keluargam dan shahabatnya, tabiin, serta para wali dan ulama khususnya pengarang istighatsah, KH Muhammad Romly Tamim.


Berita Terkait
  • Ibarat Besi Hati pun Bisa Berkarat, Bagaimana Solusinya?
  • Pengemis Yahudi Buta: Rindu Disuapi Rasul dan Lalu Syahadat
  • Sumpah demi Rasulullah SAW dan Alquran, Bolehkah?
Berita Lainnya
  • Pimpinan MPR Temui JK
  • Kegentingan Setelah UU KPK Versi Revisi Berlaku Hari Ini

Apa itu Istigatsah dan Siapa Pencetus Bacaannya?

Apa itu Istigatsah dan Siapa Pencetus Bacaannya?

Apa itu Istigatsah dan Siapa Pencetus Bacaannya?

Apa itu Istigatsah dan Siapa Pencetus Bacaannya?

Apa itu Istigatsah dan Siapa Pencetus Bacaannya?

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya