0
Thumbs Up
Thumbs Down

'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

Republika Online
Republika Online - Thu, 19 Sep 2019 09:15
Dilihat: 56
'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

JAKARTA -- Model bisnis transportasi daring (online) terus tumbuh. Beragam nama dengan layanan serupa hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi mudah, cepat, dan harga relatif terjangkau.

Meski pada akhirnya hanya beberapa yang mampu bertahan. Sejauh ini, pasar transportasi daring didominasi Gojek dan Grab. Keduanya ditopang dengan suntikan dana yang besar sehingga relatif memiliki keleluasaan dalam memberi harga murah kepada pengguna jasa.

Kedigdayaan Gojek dan Grab dalam pasar transportasi daring tak membuat Imron Hamzah berkecil hati. Lewat PT Anterin Digital Nusantara atau Anterin, Imron Hamzah cukup percaya diri mengembangkan aplikasi transportasi daring yang identik dengan warna biru.

Imron merupakan pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Anterin yang didirikan sejak 2016. Dalam perbincangan dengan Republika melalui sambungan telepon pada Rabu (18/9), Imron enggan menyebut Anterin serupa dengan Gojek dan Grab, apalagi menantang kedua platform tersebut.

"Kita perusahaan platform digital dengan konsep bisnis marketplace (lokapasar). Saat ini layanan yang kami sediakan memang transportasi dan layanan pengiriman barang," ujar Imron.

Imron menyebut Anterin memiliki sejumlah perbedaan dengan dua platform tersebut. Salah satunya tidak adanya sistem komisi. Dalam anterin, mitra pengemudi hanya diharuskan membayar biaya langganan sebesar Rp 150 ribu per bulan. Adapun keuntungan dari jasa transportasi diberikan sepenuhnya kepada pengemudi.

"Di sisi aplikasi, kami membebaskan pengemudi menetapkan tarif sendiri-sendiri selama itu mengikuti peraturan pemerintah," ucap Imron.

Sejauh ini, kata Imron, Anterin sudah memiliki sekira 200 ribu mitra pengemudi, baik roda dua dan roda empat di 33 kota di Indonesia. Menariknya, Anterin juga mempersilakan mitra pengemudi yang ada di Gojek dan Grab untuk bergabung tanpa harus meninggalkan statusnya di kedua platform tersebut.


Imron mengaku Anterin hadir sebagai solusi untuk membantu masyarakat, baik mitra pengemudi maupun pengguna jasa. Imron berharap Anterin tidak menginginkan adanya monopoli atau duopoli dalam bisnis transportasi daring seperti yang selama ini terjadi.

Berita Terkait
  • Kemenhub Evaluasi Tarif Baru Ojek Daring dalam Waktu Sebulan
  • Tak Ada 2 Raksasa Transportasi Online, BungOjek Sasar Kota Lapis Kedua
  • KPAI Minta Pengemudi Ojek Daring Lindungi Anak
Berita Lainnya
  • IHSG Pekan Ini Berpeluang Menguat
  • Yuda Bustara Bagi Resep Saus Sambal Rumahan

'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

'Anterin' Tawarkan Konsep Marketplace Transportasi Daring

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
inilahcom
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
MuterFilm
Rancahpost
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya