0
Thumbs Up
Thumbs Down

Angkutan Pariwisata Makin Terpuruk

Nusabali
Nusabali - Thu, 13 Feb 2020 06:37
Dilihat: 30
Angkutan Pariwisata Makin TerpurukDENPASAR,
Efek ancaman penularan virus corona yang berujung stop sementara penerbangan dari dan ke China (Tiongkok) terus 'memakan' korban di industri sektor pariwisata. Salah satunya sektor transportasi yakni perusahan angkutan pariwisata.

"Kondisi angkutan pariwisata untuk bus sudah sangat parah sekali," ujar Kepala Perhimpunan Angkutan Pariwisata Bali (Pawiba), Nyoman Sudiartha, Rabu (12/2). Kondisi penularan virus corona ini, menurut Sudiartha, semakin memperburuk bisnis transportasi pariwisata, yang sebelumnya memang sudah parah keadaannya karena kunjungan wisman ke Bali yang dirasakan seret sejak lama.

Wisman China, menurut Sudiartha merupakan pemakai utama jasa angkutan bus, saat mereka berwisata ke Bali. Kontribusinya antara 60 persen - 70 persen. Sisanya 30 persen baru wisman lain dan domestik serta MICE.

Karena itulah pasca 'habisnya' wisman China ke Bali, semakin terpuruk bisnis angkutan pariwisata. Keadaan ini menyebabkan pengusaha berat. Mereka berusaha bertahan dengan modal seadanya. Bahkan, ada juga yang melego armadanya karena sudah tak sanggup lagi menanggung biaya operasional. "Jujur ada jual unit-unit ke Jawa, untuk angkutan karyawan, ada yang terkonversi jadi AKAP," ungkap Sudhiarta. "Ada juga yang sama sekali gulung tikar, karena sudah tidak bisa lagi bertahan. Jumlahnya tidak banyak, ada sekitar 5 perusahan dengan kepemilikan armada 2-5 unit," imbuhnya.

Sudhiarta menampik penjualan armada ke ke Jawa, bukan karena kondisi di Jawa lebih prospektif. Tetapi karena kondisi di Bali yang sangat terpuruk untuk angkutan bus. "Karena kita mengandalkan untuk angkut wisatawan (wisman China), selain untuk kegiatan lain seperti angkutan kegiatan keagamaan," katanya.

Walau masih ada kunjungan dan wisman ke Bali, namun kata Sudiartha jumlahnya tidak. Apalagi kalau pasangan atau couple-couple (pasutri) cukup diangkut dengan armada/kendaraan unit kecil-kecil untuk berwisata.

Sudiartha berharap, ada kebijakan dari Pemerintah yang bisa mendatangkan wisman di luar pasar Tiongkok. Pasar luar yang diharap adalah pasar Eropa, Australia, juga market- market lainnya. "Itu masih bisa dikembangkan," harapnya.

Jumlah anggota Pawiba saat ini sebanyak 89 perusahan dari 141 perusahan sebelumnya. Berkurangnya jumlah tersebut, sehubungan dengan peraturan pemerintah menyangkut badan hukum perusahan angkutan menjadi PT. *k17
Sumber: Nusabali

Angkutan Pariwisata Makin Terpuruk

Angkutan Pariwisata Makin Terpuruk

Angkutan Pariwisata Makin Terpuruk

Angkutan Pariwisata Makin Terpuruk

Angkutan Pariwisata Makin Terpuruk

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya