0
Thumbs Up
Thumbs Down

Angka Kasus Covid-19 Naik, Ahli Epidemiolog Ungkap Jakarta Belum Siap New Normal

okezone
okezone - Tue, 02 Jun 2020 10:41
Dilihat: 58
Angka Kasus Covid-19 Naik, Ahli Epidemiolog Ungkap Jakarta Belum Siap New Normal

JAKARTA - Pemerintah tengah mempersiapkan wacana new normal di beberapa daerah di Indonesia. New normal merupakan tatanan hidup baru di tengah pandemi virus corona (Covid-19), di mana masyarakat akan kembali beraktivitas kembali dengan menerapkan protokol kesehatan hingga ditemukannya vaksin. New normal juga diterapkan untuk menghidupkan roda ekonomi yang sempat terdampak Covid-19.

Epidemiolog Universitas Indonesia, Syahrizal Syarif mengungkapkan skenario new normal belum tepat diterapkan di Jakarta. Mengingat angka kasus virus corona (Covid-19) di Jakarta pada minggu terakhir naik.

"Kalau dari indikator epidemiologi belum. Kurva mingguan yang baru saya buat ini menunjukkan minggu ini kasus mulai naik lagi," kata Syahrizal kepada Okezone, Selasa (2/6/2020).

Syahrizal menilai bahwa angka kasus naik akibat longgarnya pergerakan di Jabodetabek. Menurutnya pergerakan tersebut ditimbulkan lantaran adanya narasi new normal dan suasana Idul Fitri 1441 H. Padahal sebelumnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah efektif menunurkan angka penyebaran virus corona di Jakarta, di mana ada penurunan angka reproduksi Covid-19.

"PSBB berdampak pada penurunan kasus baru yang dilaporkan harian di DKI Jakarta. Penurunan ini dipercaya karena terjadi pengurangan pergerakan di masyarakat hingga 60-70 persen. Sayangnya situasi kemudian berubah dengan narasi normalitas baru dan rencana pelanggaran ditambah suasana lebaran idul fitri. Terjadi pergerakan masyarakat yang sulit dibendung, ditambah arus mudik dari berbagai jalur alternatif," kata Syahrizal.

Sehingga, Syahrizal menambahkan bila Jakarta ingin menerapkan skenario new normal, maka harus siap dengan kemungkinan lonjakan kasus baru. Oleh karena itu harus ada banyak indikator yang diperbaiki jika ingin menuju skenario new normal.

"Dukungan deteksi dini lab diagnostik, surveilans epidemiologi dan kesiapan fasilitas kesehatan tetap mendapat perhatian," kata Syahrizal.

Lebih lanjut protokol kesehatan Covid-19 harus terus diterapkan dengan disiplin tidak lagi menjadi standar minimal, seperti halnya penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, dan menghindari pengumpulan masa tidak bisa ditawar.

Syahrizal menambahkan menerapkan protokol kesehatan di MRT dan pusat belanja modern mungkin lebih mudah, namun berbeda dengan tempat kerja dan fasilitas kesehatan.

"Pembukaan tempat belajar akan meningkatkan jumlah kontak orang per satuan waktu, salah satu dari 3 faktor penting dalam upaya menurunkan angka reproduksi aktual virus. Sehingga dua faktor lainnya kemungkinan tertular jika ada yang sakit dan lama waktu potensi penularan harus dapat dikurangi dengan protokol kesehatan dan deteksi dini mereka yang sakit," kata Syahrizal.

Tidak hanya sampai di situ anak-anak ternyata tidak memiliki kerentanan yang lebih rendah dibanding orang dewasa dan gejala klinis yang muncul lebih ringan jika mereka terinfeksi. Sehingga pihak orangtua murid hingga pihak sekolah perlu kesiapsiagaan yang baik.

Harus ada jaminan kesiapsiagaan satuan pendidikan untuk melaksanakan protokol kesehatan, meniadakan kegiatan ekstra kurikuler, dan kegiatan berkumpul. "Normalitas baru di satuan pendidikan harus dijaga dengan baik agar tidak menjadi sumber klaster baru," jelas Syahrizal.

Untuk diketahui Jakarta merupakan wilayah dengan kasus konfirmasi Covid-19 terbanyak, bahkan jika dihitung insidens kumulatifnya. DKI Jakarta juga menjadi provinsi dengan resiko penularan tertinggi di Indonesia dengan 67 kasus per 100.000 pddk.


Sumber: okezone

Angka Kasus Covid-19 Naik, Ahli Epidemiolog Ungkap Jakarta Belum Siap New Normal

Angka Kasus Covid-19 Naik, Ahli Epidemiolog Ungkap Jakarta Belum Siap New Normal

Angka Kasus Covid-19 Naik, Ahli Epidemiolog Ungkap Jakarta Belum Siap New Normal

Angka Kasus Covid-19 Naik, Ahli Epidemiolog Ungkap Jakarta Belum Siap New Normal

Angka Kasus Covid-19 Naik, Ahli Epidemiolog Ungkap Jakarta Belum Siap New Normal

  
PARTNER KAMI
JPNN
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
telsetNews
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
SeleBuzz
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
Beritakalimantan
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya