0
Thumbs Up
Thumbs Down

Analisis Pengamat Terorisme Bikin Kaget, Nasib Munarman...

genpi
genpi - Sun, 02 May 2021 16:40
Dilihat: 36

GenPI.co - Pengamat terorisme Ridlwan Habib menilai saat ini para teroris makin cerdas untuk melancarkan aksinya. Meskipun untuk mendapatkan bahan peledak atau bahan pembuat bom sudah sangat ketat.

Ridlwan Habib membeberkan, bahwa dulu lebih mudah untuk membeli bahan kimia untuk merakit bom.

BACA JUGA: Akhirnya Aziz Yanuar Beber Bahan Peledak di Bekas Markas FPI

"Sekarang bahan kimia itu kalau kita ke lab harus pakai surat resmi, susah untuk cari bahan kimia. Kemudian bahan peledak, dulu mungkin bisa beli di pasar gelap, sekarang sudah susah," jelas Ridlwan Habib kepada GenPI.co, Jumat (30/4).

Namun, dengan segala keterbatasannya, para pelaku teror kerap mencari akal untuk membuat bom.

"Misalnya dengan pupuk urea, kemudian meramu sendiri cairan Triaseton Triperoxide (TATP)," jelas Ridlwan Habib.

Ridlwan Habib tak menampik, bahan-bahan yang diramu berasal dari cairan umum yang biasa ditemukan, kemudian diracik menjadi bahan peledak.

BACA JUGA: Munarman Digiring di Kandang Terorisme, Pakar: Semacam Skenario

"Misalnya pembersih lantai, asam nitrat, kemudian pupuk urea. Kalau digabungkan dengan teknik, cara dan ukuran tertentu bisa menjadi bahan peledak," beber Ridlwan Habib.

Tak hanya itu, menurut Ridwan, para pelaku teror yang sudah ahli ini melakukan 'advance learning' untuk mengakali situasi.

"Kalau dulu menyerangnya susah, sekarang pakai pisau. Contohnya seperti penusukkan mantan Menko Polhukam Wiranto. Zakiah merasa putus asa, ingin menyerang tapi enggak punya senjata. Akhirnya pakai Airsoft gun," jelas Ridlwan Habib.

Menanggapi penangkapan eks Sekretaris Umum FPI Munarman, Ridlwan Habib mengatakan bahwa tim Densus 88 menangkap seseorang dengan bukti yang konkret.

"Sepanjang 19 tahun, Densus 88 sendiri belum pernah ada tersangka bebas di pengadilan," tegas Ridlwan Habib.

Lebih lanjut, menurut Direktur The Indonesia Intelligence Institute itu, bahwa Densus 88 pastinya telah bekerja secara profesional.

"Densus punya 14 hari pemeriksaan untuk menentukan status Munarman, itu diatur dalam UU 5 tahun 2018," bebernya.

Menurut Ridlwan Habib, penangkapan itu tidak terkait dengan persidangan eks pentolan FPI Habib Rizieq, meskipun Munarman adalah pengacara Rizieq.

"Munarman ditangkap Densus dalam kaitan tindak pidana terorisme, sedangkan Rizieq adalah kasus kerumunan. Tidak ada hubungannya," jelasnya.(*)

Jangan lewatkan video populer ini:

Sumber: genpi

Analisis Pengamat Terorisme Bikin Kaget, Nasib Munarman...

Analisis Pengamat Terorisme Bikin Kaget, Nasib Munarman...

Analisis Pengamat Terorisme Bikin Kaget, Nasib Munarman...

Analisis Pengamat Terorisme Bikin Kaget, Nasib Munarman...

Analisis Pengamat Terorisme Bikin Kaget, Nasib Munarman...

  
PARTNER KAMI
JPNN
genpi
Republika Online
LIPUTAN6
okezone
BBC
bintang
bola
Antvklik
rumah123
Rumah
Love Indonesia
CENTROONE
wartaekonomi
Voice of America
Popular
Gocekan
Teqnoforia
Angelsontrip
Makanyuks
BisnisWisata
Jakarta Kita
Indonesia Raya News
RajaMobil
Mobil123
Otospirit
MakeMac
Indotelko
Inditourist
TEKNOSAINS
MotorExpertz
Mobil WOW
Oto
Kpop Chart
salamkorea
slidegossip
Hotabis
INFOJAMBI
Japanese STATION
pijar
SeleBuzz
Mobilmo
Cintamobil
Football5star
Citra Indonesia
OTORAI
Sehatly
Hetanews
Inikata
Nusabali
Garduoto
batampos
covesia
carmudi
idnation
inipasti
teknorush
winnetnews
mediaapakabar
carvaganza
mediakepri
kabarsurabaya